Dapat Upal dari Lampung, Wanita Asal Kota Wisata Dibekuk di 50 Kota

0
95

Lima Puluh Kota, Dekadepos.com

Lama tak terdengar, kini kasus Peredaran Uang Palsu (Upal) kembali terjadi dan berhasil diungkapkan pihak kepolisian, khususnya Jajaran Kepolisian Polres Lima Puluh Kota (Polsek Guguak.red). beberapa tahun sebelumnya, pada tahun 2011 Jajaran Polres Payakumbuh dan Jajaran Satreskrim Polres Madina Sumatera Utara berhasil menggagalkan peredaran uang palsu yang dicetak di Kelurahan Bulakan Balai Kandi Kecamatan Payakumbuh Barat. Uang palsu tersebut dicetak tersangka menggunakan mesin printer. Uang palsu dengan nomor seri LKD 621 546, FMK 568 167 diedarkan di Sumatera Utara.

Kini, Jajaran Polsek Guguak berhasil membekuk seorang Wanita asal Kota Wisata Bukitinggi karena diduga sebagai pengedar Uang Palsu (Upal) diwilayah Hukum Polres Lima Puluh Kota. Tertangkapnya Wanita bernama Zubaidah (47) tersebut setelah pihak kepolisian mendapatkan laporan adanya dugaan orang mengedarkan uang palsu dengan cara, berbelanja disejumlah warung yang ada di wilayah Mungka (Masuk Wilayah Hukum Polsek. Guguak.red). dari aksi jahatnya itu, Zubaidah berhasil mengumpulkan uang asli hingga jutaan rupiah.

“ Hingga kini, jajaran masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus tersebut. Dari pengakuan sementara tersangka, ia menyebutkan mendapatkan uang palsu itu dari daerah lampung.”. Sebut Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP. Haris Hadis, Rabu (5/7).

Perwira asal Pesisir Selatan juga menyebutkan bahwa hingga kini, jajarannya terus bekerja dalam mengungkap kasus peredaran uang palsu tersebut. Sebelumnya, Polisi berhasil membekuk tersangka Zubaidah pada Selasa (4/6) sekitar pukul 15.00 Wib, di Kawasan Mungka. Dalam menjalankan aksinya, tersangka berbelanja dengan uang palsu pecahan 100 ribu dan 50 ribu, hal itu diduga ia lakukan diejumlah kedai milik warga.

Selain mengamankan tersangka, Dari penangkapan itu, Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti uang asli dan uang palsu. Diantarannya, Uang pecahan Rp. 100.000,- yg diduga palsu sebanyak Rp. 6.800.000,- ( 68 lembar), Uang pecahan Rp. 50.000,- sebanyak Rp 500.000,- ( 10 lembar), 1 ( satu) unit sepeda motor roda dua merek Honda Revo warna hitam. Selain itu juga diamankan Uang asli hasil penukaran belanja, dengan rincian Uang pecahan Rp 50.000,- sebanyak 14 ( empat belas lembar), Uang pecahan Rp. 20.000,- sebanyak 28 ( dua puluh delapan lembar), Uang pecahan Rp 10.000,- sebanyak 51 ( lima puluh satu) lembar, Uang pecahan Rp 5.000,- ( lima ribu rupiah) sebanyak 59 ( lima puluh sembilan) lembar, Uang pecahan Rp 2.000,- sebanyak 20 ( dua puluh) lembar, Uang pecahan Rp 1.000 sebanyak 3 ( tiga) lembar.

Hingga kini, tersangka masih menjalani pemeriksan oleh pihak kepolisian. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here