DARI TEMU KANGEN WARTAWAN 7890 DI BATUSANGKAR: Cetuskan Gagasan Sosial untuk Saling Membantu

0
96

BATUSANGKAR, dekadepos.com-

Meski hanya dua hari, namun terasa cukup bagi wartawan senior angkatan 1970-1980 dan 1990 untuk malapeh taragak berkumpul dengan sesama wartawan yang ada di Sumbar dan Riau. Banyak kenangan masa lalu dengan berbagai suka dan duka, terungkap dalam acara temu kangen yang digelar di Batusangkar Sabtu-Minggu (28-29/4/2018) itu.

Pak AB (Adi Bermasa) wartawan senior Harian Singgalang yang hadir dalam acara taragak basuo itu, menjadi ‘bintang’ setelah Makmur Hendrik, Nasrul Jalal dan Alwi Karmena  dan Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus yang juga hadir pada acara temu kangen itu.

“Pak AB itu redaktur sangat ditakuti para wartawan Harian Singggalang di eranya. Kalau berita yang ditulis bertele-tele, dia cabik-cabik konsep berita yang kita tulis  lalu dibuang ke tempat sampah. Meski terkesan redaktur killer, tapi dia adalah guru bagi banyak wartawan, ” kata mantan Ketua PWI Sumbar, Basril Basyar (BB) ketika memperkenalkan para wartawan era tahun 70-an 80-an dan 90-an yang hadir dalam acara temu kangen yang prakarsai, Anton Yondra, wartawan harian Haluan yang sukses meniti karir politik dan kini menjabat sebagai Ketua DPRD di Kabupaten Tanah Datar.

Acara temu kangen yang mendapat sambutan dan dijamu secara istimewa oleh Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi, di gedung pertemuan Indo Jalito, Sabtu malam (28/4/2018) itu, semakin semarak ketika si pembawa acara Pinto Janir dengan jenaka menyeret-nyeret kenangan masa lalu para wartawan senior itu ketika jaya di eranya.

Meskipun pertemuan malam itu hanya berlangsung beberapa jam, namun seluruh wartawan senior, baik yang sudah ‘mengantungkan’ penanya maupun yang masih aktif melakoni  profesinya sebagai jurnalis, tampak larut dalam suasana kebersamaan.

Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi, meskipun masih dalam kondisi pemulihan pasca operasi atas sakit yang dideritanya, tampak senang dengan acara temu kangen yang digelar wartawan ‘gaek’ (Warga) 7890 itu.

“Sejak dari anggota DPRD, Saya banyak punya kenangan dengan kawan-kawan wartawan. Dan, wartawan juga yang sudah memberikan dukungan sehingga saya sampai menduduki jabatan Bupati ini,”sebut Irdinansyah Tarmizi sekaligus memanfaatkan kesempatan itu untuk mengekpose keberhasilan pembangunan yang telah berhasil dicapai Pemkab Tanah Datar.

Irdinansyah Tarmizi mengharapkan, agar acara temu kangen wartawan ini dilakukan setiap tahun. “Jika daerah lain tak sangup menggelar acara temu kangen wartawan ini, Pemkab Tanah Datar siap menggelar acara ini kembali,” ujar Irdinansyah Tarmizi penuh kekeluargaan.

Cetuskan Gagasan Sosial

Usai makan dan bernanyi bersama di gedung Indo Jalito, Minggu (29/4/2018) puluhan wartawan gaek itu dibawa berdarmawisata ke Istano Pagaruang dan menyaksikan Nagari Pariangan terindah di dunia.

Di perkampungan tempat asal muasal lahirnya peradaban Minangkabau berada di pinggang Gunung Merapi itu puluhan wartawan ‘gaek’ itu mencetuskan gagasan agar pertemuan wartawan era tahun 70-an-80-an dan 90-an ini terus digelar untuk menjalin silaturahmi agar tidak terputus.

“ Kita berharap dari acara temu kangen yang digelar di Batusangkar ini akan terus berlanjut dan digelar secara bergilir di daerah lain. Besar harapan kita, dari kegiatan temu kangen ini akan lahir gagasan-gagasan untuk mendukung dunia kewartawanan yang begitu pesat berkembang. Tak hanya itu, dari wadah temu kangen ini diharapkan juga akan lahir rasa solidaritas bagi sesama wartawan. Artinya, jika ada wartawan senior yang sakit butuh bantuan atau keluarga dan anaknya terlantar karena kondisi ekonomi, terutama untuk biaya pendidikan bagi keluarga wartawan yang sudah meninggal dunia, secara bersama-sama kita galang bantuan sosial untuk meringankan beban dunsanak kita itu,” ujar Anton Yondra.

Ide sosial itu disambut baik oleh kalangan wartawan senior era tahun 70-an, 80-an dan 90 an itu. Bahkan, mereka sepakat untuk melahirkan pengurus dan membuat rekening untuk menampung bantuan sosial yang akan disalurkan untuk para wartawan dan keluarganya yang membutuhkan bantuan itu.

Puncak temu kangen di nagari warisan leluhur Minangkabau itu, disudahi dengan makan dan foto bersama sebelum para wartawan ‘gaek’ itu pulang ke tempat asal dan rumahnya masing-masing. (doddy sastra)