Datang dipanggil Panwaslih Payakumbuh, Saksi pingsan, diduga Dapat tekanan dari OTK

0
20

Payakumbuh, Dekadepos.com

Salah seorang saksi Pasangan Calon (Paslon) Walikota-Wakil Walikota Payakumbuh tahun 2017 dari Tim Suwandel Mukhtar-Fitrial Bahri (W-Fi) dikabarkan pingsan disela-sela memberikan keterangan kepada Panwaslih terkait laporan dugaan kecurangan Pilkada serentak Jilid II yang digelar pada 15 Februari lalu. Dalam laporan sebelummya, Tim Koalisi Badunsanak yang merupakan gabungan Partai Pendukung Paslons W-Fi melaporkan dugaan kecurangan Pilkada yakni adanya kecurangan berupa bagi-bagi beras pada masa tenang jelang hari pencoblosan.

Upik (43) warga Kelurahan Padang Alai Kecamatan Payakumbuh Timur, sebelumnya dipanggil Panwaslih pada Senin (20/2) sekitar pukul 10.00 Wib, namun yang bersangkutan baru bisa hadir pada pukul 19.30 Wib. Saat datang ke Kantor Panwaslih di Jalan Pahlawan Kelurahan Sawah Padang-Aua Kuning, Upik didampingi sejumlah tim Pemenangan W-Fi. Sebelum masuk kantor Pnawaslih dan disaat berada di dalam Kantor Panwaslih itulah diduga Upik mendapatkan tekanan dari orang yang tak dikenal (OTK). Namun meski medapat dugaan tekanan berupa kalimat yang tidak mengenakkan, Upik tetap menjalani proses pemberian keterangan.

4 3 2

” Saksi kita diduga mendapat tekanan berupa kalimat dari orang tak dikenal, ucapan tersebut ia dengar sebelum memberikan keterangan kepada Panwaslih. Orang yang menerima dan memberi akan sama masuk”. Ujar Herman R, Tim Koalisi Badunsanak sanak menirukan ucapan Upik. Karena mendapatkan tekanan itulah diduga Upik pingsan, ia bahkan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Payakumbuh.

Herman R yang lebih dikenal dengan nama Ujang Niar, juga menyebuktan bahwa selain Upik, sang Anak bernama Hamzah diduga juga mendapatkan tekanan dari salah seorang oknum anggota Parpol. Upik diketahui pingsan disela-sela ia memberikan keterangan kepada Panwaslih. Saat itu ia disebutkan pingsan di halaman kantor Panwaslih, saat ia hendak mengambil KTP disela-sela pemeriksaan sedang berjalan

Sementara Ketua Panwaslih, Suci Wildanis didampingi Media Febrina membenarkan bahwa memang pihaknya melakukan pemanggilan untuk dimintan keterangan terhadap saksi Upik. Namun ia mneyebuktan tidak mengetahui ataupun mendengar adanya tekanan yang diterima oleh Upik. Ia justru baru tahu korban pingsan setelah mendengar dari staf. “ Memang kita menjadwalkan untuk memanggil saksi untuk meminta keterangan. Kalaju terkait adanya tekanan, kita tidak tahu dan tidak mendengarnya. Hal itu”. Sebutnya. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here