Deklarasi Forum Perawat Tenaga Honorer Sumatera Barat “PNS Harga Mati”

0
149

Padang Panjang,dekadepos.com

“PNS Harga Mati”. Demikian ungkapan Yopi, A.Md.Kep, Ketua Forum Perawat Tenaga Honorer Sumatera Barat, yang terpilih dalam Acara Pendeklarasian Forum Perawat Tenaga Honorer Sumatera Barat, bertempat Di Aula Akademi Keperawatan Nabila Kota Padang Panjang, Kemarin.

Deklarasi ini dihadiri oleh Sekretaris DPW PPNI Sumatera Barat, DPD PPNI se Sumatera Barat dan ratusan perawat tenaga honorer yang berasal dari 19 kab/kota di Provinsi Sumatera Barat.

Pendeklarasian Forum ini merupakan rangkaian dari perjuangan perawat tenaga honorer untuk dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Ketua DPD PPNI Kota Padang Panjang, Ns. Ade Devita, S.Kep., MM.,M.Kes, yang merupakan salah satu sosok yang terus memperjuangkan nasib dan kesejahteraan para perawat mengatakan kepada dekadepos.com, ada 2.870 orang perawat  tenaga honorer di Sumatera Barat, 57 orang di Kota Padang Panjang yang tersebar baik di RSUD, Puskesmas dan tempat pelayanan kesehatan lainnya. Kesemuanya ini akan terus kita perjuangkan nasib dan kesejahteraannya.

index2

Pada tanggal 16 Maret yang lalu, 5.000 anggota PPNI dari seluruh Indonesia telah berorasi dan audensi di Gedung DPR RI di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi perawat tenaga honorer melalui revisi UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Salah satu tuntutan dari aksi tersebut yakni memasukkan pasal 131 A dalam revisi tersebut, tegas Ade.
Sementara itu, Sekretaris PPNI DPW Provinsi Sumatera Barat, Ns. Meta Seprinel, MM., dalam sambutannya menyampaikan keyakinannya bahwa semua Perawat Tenaga Honorer dapat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara. Hal ini terlihat dari semangat dan tekad luar biasa dari para perawat honorer.

” Dengan terbentuknya Forum Perawat Tenaga Honorer Sumatera Barat ini, semoga apa yang kita inginkan dan kita cita citakan bersama dapat terwujud “, harapnya.

Meta menegaskan bahwa Forum yang terbentuk ini tetap tunduk kepada PPNI baik itu DPW maupun DPD. Semua pergerakan Forum harus dikoordinasikan dengan PPNI.

Selanjutnya Forum Perawat Tenaga Honorer ini akan di bentuk di 19 kab/kota di Sumatera Barat dengan berkoordinasi dengan DPD PPNI di Kab/Kota masing – masing. (Edy)

Berikut draf revisi UU ASN pasal 131 A yang merupakan salah satu tuntutan dari perawat tenaga honorer untuk disahkan

Pasal 131 A

(1) Tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak yang bekerja terus-menerus dan diangkat berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan sampai dengan tanggal 15 Januari 2014, wajib diangkat menjadi PNS secara langsung dengan memperhatikan batasan usia pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90.

(2) Pengangkatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada seleksi administrasi berupa verifikasi dan validasi data surat keputusan pengangkatan.

(3) Pengangkatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memprioritaskan mereka yang memiliki masa kerja paling lama dan bekerja pada bidang fungsional, administratif, pelayanan publik antara lain pada bidang pendidikan, kesehatan, penelitian, dan pertanian.

(4) Pengangkatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mempertimbangkan masa kerja, gaji, ijazah pendidikan terakhir, dan tunjangan yang diperoleh sebelumnya.

(5) Tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak diangkat menjadi PNS oleh pemerintah pusat.

(6) Dalam hal tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non-PNS, dan tenaga kontrak, tidak bersedia diangkat menjadi PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus membuat surat pernyataan ketidaksediaan untuk diangkat sebagai PNS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here