Demi Warga Miskin, Walinagari Tarantang Hibahkan 6 Bulan Gajinya

0
745

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com

Sepertinya, tak banyak pemimpin di negeri ini benar-benar peduli dengan rakyat kecil. Namun, tidak demikian bagi Walinagari Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sudahri.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota itu, ikhlas dan rela menyerahkan 6 bulan gajinya yang bersumber dari APBD Pripinsi Sumbar untuk rakyat miskin dan lansia yang ada di nagari yang dipimpinnya.

“Setelah resmi dilantik menjadi Walinagari Tarantang, Kecamatan Harau, gaji saya sebagai Walinagari terhitung sejak bulan Juli sampai bulan Desember 2016, saya serahkan untuk membantu keluarga miskin dan lansia yang ada di Nagari Tarantang,” sebut Sudahri di kantornya di Ketinggian Sarilamak, baru-baru ini.

Menurut Sudahri, itikad baiknya untuk menghibahkan 6 bulan gajinya untuk membantu keluarga miskin itu, bukan bermaksud untuk membangun pencitraan kepada masyarakat. Namun, keinginan untuk menyumbangkan 6 bulan gajinya itu, semata-mata ingin membantu warganya yang kurang mampu secara ekonomi.

“ Jujur saya akui, meskipun pemerintahan Nagari Tarantang termasuk kawasan Ibu Kota Kabupaten Limapuluh Kota, bersama empat nagari lainnya yakni Nagari Sarilamak, Nagari Lubuak Batingkok, Nagari Gurun, dan Nagarai Pilubang. Namun, secara ekonomi, jika dibandingkan dengan ke empat wilayah nagari yang secara prospektif adalah ibu kotanya Kabupaten Limapuluh Kota, Nagari Tarantang termasuk nagari yang miskin,” sebut Sudahri.

Meskipun Walinagari muda dan energik asal Jawa Timur ini tidak merinci seberapa banyak jumlah warga miskin yang terdaftar di Nagari Tarantang, namun dia mengakui bahwa ekonomi masyarakat Nagari Tarantang belum memberikan jaminan kesejahteraan bagi warganya.

“ Padahal, Nagari Tarantang mempunyai salah satu objek wisata tersohor di Propinsi Sumatera Barat yakni objek wisata Lembah Harau. Namun keberadaan objek wisata Lembah Harau yang menjadi unggulan daerah dan berada pada Wilayah Tujuan Wisata dan juga dijuluki grand canon nya Sumbar itu, belum mampu mengenjot ekonomi masyarakat. Dan, itu terbukti, masih banyak warga saya yang masuk kategori miskin,” beber Sudahri.

Sudahri juga mengakui, lima tahun masa baktinya sebagai Walinagari dia sudah bertekad akan mengabdikan dirinya sebagai pemimpin yang benar-benar mampu mengangkat drajat dan taraf kehidupan masyarakat Nagari Tarantang.

“ Sebagai mantan anggota dewan, saya tahu persis bagaimana memanfaatkan keberadaan anggota DPRD, utamanya anggota dewan yang berasal dari Dapil Harau. Kepada anggota dewan yang berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat Nagari Tarantang, termasuk memperjuangkan segala bentuk proyek fisik untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat Nagari Tarantang, saya ajak untuk bekerjasama. Jika anggota dewan itu tidak peduli dengan masyarakat Nagari Tarantang, ingat tahun 2019 sudah dekat,” ulas Sudahri seperti memberikan tekanan.

Sudahri mengakui, kiat dan pola pendekatan yang dilakukannya dengan pemerintah, utamanya dengan SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota, termasuk melobi anggota DPRD untuk mendapatkan proyek aspirasi anggota dewan, sejatinya warga Nagari Tarantang harus bersyukur, karena tahun 2016 lalu Nagari Tarantang cukup banyak mendapatkan proyek fisik seperti pembangunan irigasi, jalan dan pembangunan sarana pendidikan. (esa tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here