Derita Barin, Kakek Renta di 50 Kota yang Tinggal Sendiri di Gubuk Tua

0
14

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Menderita penyakit kusta, kakek renta bernama Barin (60) harus berjuang sendiri, ia tinggal sendiri digubuk tua di Jorong Galugua, Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, tinggal sendiri digubuk tua. Bahkan saat debit air sungai meluap melanda Kecamatan Kapur IX dan Pangkalan Koto Baru beberapa waktu lalu, Barin, nyaris terseret arus bersama gubuknya. Jari tangan kanan dan kedua ujung jari kaki, Barin terlihat menghitam dan tidak lagi bisa digunakan seperti biasa, ketika tim kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota mengunjunginya, Sabtu(22/4) akhir pekan lalu. Penyakit yang diderita sejak lebih dari lima tahun itu, terus menggerogoti kakek renta miskin ini.

Tinggal disebuah gubuk kayu berukuran sekitar 4 X 2 meter dengan lantai kayu setinggi satu meter dari tanah, menjadi tempat Barin menjalani hari tua yang sulit. Persis berada dipinggir sungai kecil yang bermuara ke Batang Kampar, di Jorong Galugua, Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX. Sebuah tungku kecil berbaghan bakar kayu, menjadi tempat bagi kakek tua malang ini untuk sekedar memasak nasi dan merebus air kebutuhan hariannya. Kehidupan sangat sederhana yang dilakoni orang tua ini membuat hati terenyuh, tak sanggup membayangkan betapa sulit dan kesepiannya orang tua ini di usia senjanya.

Tidak banyak bicara, Barin hanya terpaku diam, sedikit mengangguk dan menjawab seadanya sejumlah pertanyaan bagaimana dia menjalani kehidupan terasing sendirian. Berajarak sekitar 300 meter dari pemukiman warga lainnya, kondisi orang tua ini juga menjadi perhatian serius warga Galugua. Sayang warga hanya bisa membantu seadanya. “Kita berharap Bapak Barin ini, bisa dibantu oleh pemerintah untuk bisa menempuh kehidupan dimasa tua yang lebih layak. Bantu kesembuhan dari penyakit yang diderita, alat bantu berjalan dan hunian yang lebih layak,”harap Kepala Jorong Galugua, Justen sangat mengharapkan perhatian semua pihak.

Menurut Kepala Jorong Galugua, Justen, kehadiran tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota saat itu, membawa harapan besar bagi kami untuk bisa disampaikan kepada pemerintah, derita yang dialami salah seorang warganya di sudut nagari ini. “Ya beginilah hidup saya, tidur dan memasak disini. Mandi dan buang air di sungai itu,”sebut Barin sambil menunjuk sebuah sungai yang berjarak sekitar 5 meter disisi pondoknya. Berjalan merangkak untuk pergi, berwudhu, buang air besar dan kecil ke sungai, sebab itulah satu-satunya tempat yang disediakan alam untuknya.”Makanan dan bantuan lauk pauk seadanya dari warga, menjadi penyambung hidup Barin disamping batuan kedua orang anaknya, Sipar dan Muhar.

“Kedua anaknya sudah berkeluarga, namun kondisi ekonomi kedua anaknya ini juga dalam kondisi yang sulit pula. Sehingga warga Galugua sangat prihatin dengan kondisi kakek ini,”tambah Patra Endeses, 30, salah seroang tokoh muda Kapur IX yang juga ikut mengunjungi, Barin dipondoknya.

Saat bencana banjir melanda Kecamatan Kapur IX dan Pangkalan dilanda banjir beberapa waktu lalu, Barin nyaris hanyut. Beruntung ada orang yang melihatnya dan segera menyelamatkan. “Air sungai sudah mulai meninggi, pondok pak Barin mulai terendam. Hanya mampu bergelantung dijendela Pondok saat air makin meninggi. Beruntung seorang petani gambir yang kebetulan lewat dengan perahu melihat dan menyelamatkannya,”sebut Patra menambahkan.

Facrulrozi bersama Satria Deni dan Nengsih, kembali turun ke Jorong Galugua yang berjarak cukup jauh di ujung Timur Limapuluh Kota untuk mengunjungi Barin. Melihat secara langsung kondisi kakek yang menjadi pasiennya sejak lama. “Secara medis pengobatan Bapak Barin sudah tuntas minum obat, sebab pasien ini sudah lama menjadi pasien kita. Sekarang tengah kontrol dan perawatannya,”sebut Facrulrozi, Senin(24/4) kepada wartawan. Hanya saja memang hunian tempat tinggalnya dan alat bantu untuk berjalan menjadi harapan kakek tua ini. Sehingga akan lebih memudahkannya untuk beraktifitas hariannya.”Kepala Jorong Galugua, kita sarankan untuk membuatkan proposal guna membantu hunian Bpak barin dan bantuan sosial lainnya,”tutup Facrulroz. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here