Di Payakumbuh, Kasus HIV/AIDS Terus Meningkat

0
29

Payakumbuh, Dekadepos.com

Penanggulangan HIV/AIDS harus jadi perhatian serius para kepala daerah, penyakit ini tidak mengenal wilayah administratif, penyakit ini sangat rentan akibat perilaku seks yang menyimpang, perkembangan LGBT di Sumbar juga mulai meningkat, semua pihak tidak lagi bisa tutup mata kalo HIV/AIDS memiliki trend peningkatan dari tahun ke tahun, Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan Aids Daerah tidaklah sanggup membendung masalah tersebut sendiri, semua pihak harus terlibat sesuai dengan tugas pokoknya.

Kasus yang terjadi sudah cukup mengkhawatirkan jika tidak ditangani dengan serius. Semua pihak harus saling bahu membahu bersama-sama memerangi penyebaran HIV/AIDS di Payakumbuh sesuai dengan bidang tugas masing-masing dan harus dimulai dengan segera, demikian komitmen hasil Rapat Koordinasi Penanggulangan HIV/AIDS yang disampaikan oleh Ipendi, Kabid Kesra yang digelar di Aula Lt-2 Balaikota Payakumbuh, beberapa waktu lalu.

Rapat koordinasi tersebut juga menghadirkan KPAD Bukittinggi dan LSM FORSIS (fort the kock society and social) yang bermarkas di Mandiangin, Bukittinggi sebagai narasumber. Rapat ini dibuka secara resmi oleh Asisten I, Yoherman,S.sos. Turut hadir Sekretaris Dinas Kesehatan, Desmon Korina, Spd MM, beserta kepala Puskesmas se-Payakumbuh, Dinas Sosial, Diskominfo, Pol PP, Dinas Sosial, KaKandepag Payakumbuh, LKAM Payakumbuh, Kesbangpol, Bag Hukum Setdako dan Bappeda. Pembahasan terkait penyebaran HIV/AIDS ini cukup serius mengingat penyebaran penyakit ini sangat mengkhawatirkan apabila perilaku masyarakat yang rentang resiko penularan tidak bisa dikendalikan.

Hefi Suryani, kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan menyampaikan langkah antisipasi penyebaran HIV/AIDS ini telah dilakukan di sektor Hilir dengan menyiapkan layanan VCT di Puskesmas se-Payakumbuh. Layanan VCT (voluntary Conseling and Testing) ini dikenal sebagai jurus ampuh dalam mendeteksi dan pencegahan HIV/AIDS saat ini. HIV/AIDS memiliki dampak besar pada penderitanya, keluarganya dan masyarakat. Pencegahan penyebaran infeksi adalah hal yang paling bijak untuk dilakukan,pungkas Hefi menambahkan.

“VCT adalah proses konseling pra testing, konseling post testing dan testing HIV secara sukarela yang bersifat rahasia dan secara lebih dini membantu orang mengatahui status HIV pada dirinya”, demikian Hefi Suryani menjelaskan lebih dalam. Dalam tahapan VCT, konseling dilakukan dua kali yaitu sebelum dan sesudah tes HIV. Testing HIV sendiri juga sudah bisa dilakukan di Payakumbuh, pun masyarakat tidak perlu khawatir karena konseling dalam VCT dijamin kerahasiannya dan test ini suatu dialog antara pasien dan petugas kesehatan yang bertujuan agar orang tersebut mampu untuk menghadapi stress dan menjalani program pengobatan yang terdampingi.

Ada lima Puskesmas di Payakumbuh yang sudah melayani VCT, yakni puskesmas Payolansek, Tarok, Ibuh, Padang Karambia dan Lampasi. Silahkan masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan sebaiknya. Harapannya bukan hanya orang beresiko tinggi saja yang bisa memanfaatkan layanan ini, masyarakat yang ingin tahu lebih dalam tentang HIV/AIDS juga dipersilahkan kunjungi layanan VCT untuk mencari tahu, demikian Hefi mengakhiri. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here