Di Payakumbuh, Mantan Istri Bandar Sabu, Dibekuk Jual Sabu.

0
358

Payakumbuh, Dekadepos.com
Entah apa yang ada dalam fikiran FM (28) Ibu satu anak yang merupakan mantan istri Ombi Saputra (36) panggilan Datuak Ombi, Bandar Narkoba jenis sabu-sabu yang kini tengah mendekam di balik jeruji besi karena kasus yang sama (Ombi Saputra, dibekuk sebelumnya Oleh Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Payakumbuh, Red). Wanita yang mengaku sudah berpisah dari sang suaminya itu, dibekuk di kediamnnya di Kelurahan Tiakar Kecamatan Payakumbuh timur karena diduga sebagai pengedar Narkoba jenis sabu-sabu.
Penangkapan terhadap wanita bertubuh gempal itu dilakukan setelah Polisi melakukan penyelidikan tehadap sepak terjangnya dalam bisnis Narkoba jenis sabu-sabu. Dari informasi yang beredar, tersangka yang mendapatkan pasokan Narkoba dari Bandar di Pekanbaru-Riau. Bahkan dari informan juga disebutkan bahwa ia merupakan pengedar Narkoba yang telah meresahkan warga disekitar tempat tinggalnya. Hingga akhirnya ia ditangkap pada Selasa (7/3) sekitar pukul 23.30 Wib. Dari penangkapan tersebut Polisi mengamankan 1 Paket sabu-sabu siap edar yang disimpan tersangka disaku celana sebelah kiri.
Kepada Polisi, tersangka mengakui masih menyimpan Narkoba lainnya didalam rumah. Didampingi pihak RT dan LPM, anggota Satresnarkoba yang dipimpin Kanit Narkoba, Aiptu. Ardiyanto melakukan penggeledahan. Karena jujur dan tidak berbeli-belit, Polisi dengan mudah kembali mengamankan Narkoba jenis sabu-sabu yang disimpan didalam dompet dilemari pakaian. Didalam dompet itu, berhasil diamankan 3 paket sedang serta dua pak plastic pembungkus sabu-sabu dan 2 timbangan digital.
“ Saya Cuma penjual pak, saya tidak memakai Narkoba. Barang itu saya dapatkan dari seorang bandar dari Pekanbaru. Barang itu ia antarkan kerumah. Sementara untuk pembayaran, saya transfer. Saya memang mantan istri datuak ombi”. Sebut tersangka FM.
Tak puas sampai disana, Polisi terus melakukan penggeledahan dirumah tersangka, namun tak berhasil menemukan barang bukti lainnya. Untuk penyelidikan lebih lanjut, tersangka diamankan ke Mapolres Payakumbuh. “ Tersangka FM, kita tangkap dari informasi yang diberikan masyarakat. Setelah melakukan penyelidikan dan memantau gerak-geriknya, kita lakukan penangkapan di kediamnnya. Dari penangkapan kita amankan sejumlah barang bukti”. Sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto melalui Kasat Resnarkoba, Iptu. Hendri Has, SH didampingi Kanit Narkoba, Aiptu. Ardiyanto, Rabu (8/3).
Sebelumnya diberitakan bahwa pada tahun 2016 lalu, Datuak Ombi dibekuk berkat informasi yang diperoleh dari tersangka Ali Akbar (38) panggilan Bongkeng warga Kelurahan Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur yang sebelumnya dibekuk didepan sebuah sekolah dasar saat mengantarkan pesanan 1 paket Narkoba jenis sabu-sabu. Dari pengembangan, tersangka Bongkeng mengaku mendapatkan Narkoba tersebut dari seorang pria bernama Ombi Saputra (36) panggilan Datuak Ombi. Dari penangkapan terhadap Bongkeng, anggota Satresnarkoba yang telah berkoordinasi dengan Kapolres Payakumbuh serta Kapolres Lima Puluh Kota, sepakat untuk melakukan penggerebekan dirumah Datuak Ombi, sebab daerah tersebut masuk kedalam wilayah hukum Polres Lima Puluh Kota. Lewat telpon, Polisi melakukan pancingan dengan memanfaatkan tersangka Bongkeng untuk menanyakan keberadaan keberadaan Datuak ombi kepada Hanifala Kiki (25) juga warga setempat yang diduga kerap melakukan pesta Narkoba dirumah Datuak ombi.
Dari keterangan Kiki yang berprofesi ditempat Salon, diketahui Datuak Ombi tengah berada di Kawasan Ketinggian, ditempat salah satu istrinya. Namun saat dilakukan penyelidikan ke tempat dimaksud, Datuak ombi ataupun kendaraan yang biasa digunakan tidak terlihat. Mereka yang dibekuk pada hari Sabtu (2/4) sekitar pukul 01.30 Wib Ombi Saputra (36), Hanifala Kiki (25), Dedi Rustam (34) serta Muhammad Alfi (27) yang merupakan mantan Oknum anggota Polisi yang sebelumnya dipecat juga karena terlibat kasus Narkoba, dari penggerebekan tersebut, berhasil diamankan Barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu, yakni 1 paket besar narkoba jenis shabu, 40 paket kecil narkoba jenis shabu dengan beragam harga dan 14 buah inex beserta beberapa buah bong. Saat penggerebekan dirumah tersebut, sempat diwarnai dengan letusan senjata api oleh Kapolres Lima Puluh Kota dan anggota Satresnarkoba Payakumbuh, sebab beberapa orang tersangka berusaha melakukan perlawanan dan melarikan diri.
Hingga akhirnya Vonis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Pati memutuskan keempatnya bersalah, mereka harus menjalani hukuman berbeda. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Zuryati menuntut dengan ancaman hukuman 14 tahun penjara untuk terdakwa Ombi Saputra (36) panggilan Datuak Ombi, serta hukuman 2 tahun untuk ketiga terdakwa lainnya, yakni Hanifala Kiki (25), Dedi Rustam (34) serta Muhammad Alfi (27) yang merupakan mantan Oknum anggota Polisi yang sebelumnya dipecat juga karena terlibat kasus Narkoba.
Namun dalam sidang pembacaan Vonis yang digelar pada Senin (31/10) di PN Tanjung Pati, Hakim Ketua, Afrizal Hadi, SH serta dua orang Hakim Anggota, M. Iqbal Hutabarat. SH, MH dan Junter Sijabat. SH menjatuhkan vonis 12 tahun penjara serta denda 3 M subsider 3 bulan pidana penjara untuk terdakwa datuak Ombi. Vonis hakim tersebut lebih rendah dua tahun dari tuntutan JPU. Sementara tiga terdakwa lainnya, Hanifala Kiki panggilan Kiki divonis lebih tinggi 5 tahun, tiga tahun lebih tinggi dari tuntutan JPU. Untuk dua terdakwa, Dedi Rustam (34) serta Muhammad Alfi (27) divonis 2 tahun penjara, sama dengan tuntutan JPU, Zuriyati.
Kini, tersangka FM harus menyusul mantan suaminya ke Balik Jeruji besi. Penangkapan terhadapnya menambah daftar panjang kasus Narkoba dan semakin membuktikan penyalahgunaan Narkoba tak mengenal siapapun dan profesi (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here