Di Sumbar, Generasi Usia Produktif Rentan Ganguan Stres

0
17
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Propinsi Sumbar, Q.Evari Hamdiana

Payakumbuh, Dekadepos.com

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Propinsi Sumbar, Q. Evari Hamdiana di Payakumbuh baru-baru ini mengatakan bahwa, Makin berat tantangan kehidupan dewasa ini membuat orang mudah putus asa dan stres. Tidak hanya dialami orang dewasa, namun stres kini rentan dialami generasi muda usia produktif di Sumatera Barat. Stres merupakan gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat kompliknya tekanan yang dihadapi, bisa ditimbulkan karena sulitnya perekonomian dan pertengkaran dalam keluarga (Broken home). Bagi generasi usia produktif, bisa ditimbulkan akibat media sosial melalui buliying. Kemudian juga karena tidak mampunya mengatasi masalah, akibat tidak belajar hidup mandiri dan suka instan.

“Tingginya angka stres dikalangan orang dewasa dan usia produktif akhir-akhir ini maka mari kita propagandakan atau sosialisasikan apa yang disampaikan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kemitraan, sehingga kita berharap ada keterbukaan masyarakat terhadap penyakit,” sebut Q.Evari Hamdiana saat menjadi pemateri pada acara sosialisasi NSPK (Norma, Standar, Prosedur, Kriteria) dengan mitra kerja di salah satu hotel di Payakumbuh pekan lalu.

Hadir pada kesempatan itu Direktorat Jenderal Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Yuliana Sri Wahyuni, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal dan ratusan masyarakat Payakumbuh. Disampaikan Evari Hamdiana, stres juga bisa disebabkan pengaruh narkoba dan obat-obatan terlarang. Penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang merupakan bentuk pelarian dari rasa stres yang sedang melanda seseorang. Sehingga bila banyak penggunaan obat-obatan dan narkoba, maka tidak mustahil jika tingkat stres didaerah itu meningkat.

“Memang, narkoba itu salah satu jalan tempat pelarian seseorang ketika stres. Karena katanya, dengan menggunakan narkoba dan obat-obatan terlarang bisa membuat seseorang pengguna tenang, padahal sesungguhnya dia sedang dalam masalah,” sebutnya.

Tidak hanya itu, kini media sosial dikalangan generasi muda usia produktif bisa menjadi masalah. Terbukti tidak sedikit anak muda usia produktif galau dimedia sosial. Itu bisa terlihat dari tulisan status dan kasus buliying akhir-akhir ini makin marak. “Generasi usia produktif disemua tingkatan jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP dan SMA bisa terkena imbas buliying. Kemudian inilah yang diantisipasi Dinas Kesehatan dengan membuat pernyataan anti buli. Sehingga nanti diharapkan tidak ada yang saling mengejek dan membuli kawan-kawan lainnya,” harapnya.

Stres sebut Evari, merupakan gangguan psikomatik dimana sakitnya terasa begitu dahsyat, tetapi secara medis tidak terlihat. “Artinya memang jiwanya yang sakit akibat berbagai tekanan persoalan yang mungkin datang dari dalam dirinya maupun dari luar,” tuturnya.

Dia berharap, agar masyarakat bisa terbuka terhadap penyakit yang sedang dirasakannya. Termasuk sebut Evari, terhadap rasa sakit akibat gangguan stres ini untuk bisa diperiksa kepada ahlinya. Sehingga, bisa diatasi dan disembuhkan secara baik. “Karena selama ini kurang terbukanya masyarakat terhadap penyakit yang sedang dirasakannya. Karena malu atau takut dicap orang jika memeriksakan diri terkait kejiwaan, dikatakan sebagai orang gila. Padahal tidak begitu, jadi dengan melakukan pendeteksian secara dini maka bisa sembuh,”. Sebutnya kepada wartawan. (Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here