DIBAHAS DALAM RAPAT DENGAR PENDAPAT: Komisi C Sikapi Persoalan Tanah Kaum DT.Paduko Simajaro Nan Kuniang

0
32

PAYAKUMBUH,dekadepos.com-

Menyikapi persoalan tanah kaum Dt. Paduko Simarajo Nan Kuniang seluas 6.250 meter berada dekat bendungan Talawi, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Nagari Koto Nan Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, telah dibangun menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), mendapat tanggapan positif dari lembaga DPRD Kota Payakumbuh.

Buktinya, Rabu tanggal 15 Maret 2017 lalu, Komisi C DPRD setempat memanggil Dt. Paduko Simarajo Nan Kuniang guna didengar penjelasannya dalam rapat dengar pendapat (hearing) yang digelar di ruang sidang Komisi C.

Rapat dengar pendapat dengan kaum Dt. Paduko Simarajo Nan Kuniang tersebut dipimpin Ketua Komisi C Ahmad Zipal dan hadir anggota komisi C Ismen Harius, Marhidayandi, Mawi Etek Arianto, Basri Latief dan Maharnis Zul.

Sebelum Komisi C mengambil kesimpulan dalam rapat dengar pendapat tersebut, Ketua Komisi C Ahmad Zifal meminta kepada Dt. Paduko Simarajo Nan Kuniang untuk menjelaskan masalah tanah yang dipersoalkannya.

komisi C hearing ...

Seperti diungkapan Dt. Paduko Simarajo Nan Kuniang bahwa tanah seluas 6.250 meter berada dekat bendungan Talawi, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Nagari Koto Nan Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara, adalah milik kaum Pasukuan Mandahiliang Mudiak di bawah Payuang Datuak Paduko Simarajo Nan Kuning.

“ Terkait pembangunan RTH di lokasi tersebut, Pemko tidak pernah meminta izin kepada kami. Malah pemko main serobot saja tanpa meminta persetujuan pemilik tanah,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum pembangunan RTH itu dilaksanakan oleh Pemko, pihaknya sudah menyampaikan kepada Pemko untuk melakukan pembicaraan. Namun, Pemko tetap melaksanakan pembangunan RTH tersebut tanpa musyawarah.

“ Kaum pasukuan Mandahiliang Mudiak dibawah payuang Datuak Paduko Simarajo Nan Kuning sudah melakukan pencegahan atau protes dilahan tersebut dengan cara memasang spanduk,” ungkapnya.

Diakui Dt. Paduko Simarajo Nan Kuniang, setelah protes tersebut dilakukan kaumnya, Pemko menggelar rapat yang dihadiri oleh Kepala Dinas Tata Ruang, Ketua KAN Kenagariang Koto Nan Gadang, Sekretaris Camat Payakumbuh Utara, Asisten II Kota Payakumbuh.

Kaum Dt Simarajo Nan Kuniang menyampaikan keluhannya ke Komisi C DPRD Payakumbuh

Dalam rapat tersebut, ulas Dt. Panduko Simarajo Nan Kuniang, disepakati bahwa tanah yang berada disekitar bendungan Talawi yang merupakan milik niniak mamak pasukuan Mandahiliang Mudiak tidak akan dipakai untuk pembangunan RTH tersebut.

“ Namun kenyataannya, Pemko tetap melanjutkan pembangunan RTH diatas tanah milik kaum Mandahiliang,” ungkap Dt. Panduko Simarajo Nan Kuniang.

Dalam rapat dengar pendapat itu Dt. Panduko Simarajo Nan Kuniang, berharap agar DPRD membantu menyelesaikan persoalan tanah miliknya yang sudah berubah pungsi menjadi Ruang Terbuka Hijau tersebut.

Menyikapi keluhan yang disampaikan Dt. Paduko Simarajo Nan Kuniang, Ketua Komisi C Ahmad Zipal meminta kepada kaum Dt. Paduko Simarajo Nan Kuniang untuk melengkapi data-data atau bukti-bukti tanpa kepemilikan tanah yang sedang dipersoalkan tersebut.

“ Setelah data dan bukti diserahkan kepada Komisi C, kami akan sampaikan kepada Ketua DPRD untuk kemudian akan diadakan rapat dengan dinas terkait membahas persoalan ini,” ujar Ahmad Zipal.

Hal senada juga diungkapan Ismen Harius, Marhidayandi, Mawi Etek Arianto, Basri Latief dan Maharnis Zul. Menurut kelima anggota Komisi C itu, diharapkan pihak Dt. Paduko Simarajo Nan Kuniang melengkapi data-data untuk memperkuat hak atas kepemilikan tanah yang dipersoalankan.

“Kami DPRD Payakumbuh akan berusaha memperjuangkan hak-hak kaum Dt. Paduko Simarajo Nan Kuniang , sepanjang mempunyai datang yang lengkap, “ujar Ismet Harius dan Marhidayandi sekaligus mempertanyakan apakah tanah Dt. Paduko Simarajo Nan Kuniang bekas aliran sungai.

Sementara itu Marnis Zul meminta kepada Dt. Paduko Simarajo Nan Kuniang untuk membuat secara tertuis sejarah kepemilikan tanah. “ Tolong bukti kepemilikan SPT PBB. Bukti kepemilikan tanah kaum Dt. Paduko Simarajo Nan Kuniang harus diketahui oleh Ninik Mamak, KAN dan Camat, kalau seadainya tanah tersebut belum bersetifikat,” pungkas Maharnis Zul (esa tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here