Didatangi Rombongan DPRD 50 Kota, Keluarga Korban Minta Pelaku Tidak Dilindungi

0
6411

Limapuluh Kota, Dekadepos.com 

Sejumlah anggota keluarga Erwin Saputra (45) seorang petani yang merupakan warga Jorong Koto Nan Gadang, Nagari Pilubang, Kecamatan Harau yang juga merupakan korban tewas peristiwa berdarah yang terjadi Kenagarian Taram Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota meminta pelaku yang menyebabkan meninggalnya bapak satu anak tersebut tidak dilindungi, selain itu mereka juga meminta agar pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus yang terjadi pada Minggu (10/9) itu.

Hal itu disampaikan anggota keluarga Erwin dan sejumlah tokoh masyarakat setempat saat menerima kunjungan Pimpinan DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota dirumah duka pada Senin (11/9) sekitar pukul 14.00 Wib. “ Kami meminta agar pihak DPRD untuk tidak melindungi pelaku yang menyebabkan anggota keluarga kami meninggal. Walaupun dia berasal dari DPRD. Kami harap kasus ini segeea dituntaskan”. Sebut seorang wanita yang mengaku anggota keluarga Erwin kepda rombongan DPRD.

Selain itu, terkait tanah yang diduga menjadi pemicu peristiwa berdarah (perkelahian warga.red) tokoh masyarakat juga menyebutkan bahwa memang mereka tidak memiliki Surat terkait tanah yang jadi masalah itu, namun sejak turun-temurun mereka telah mengolah di tanah itu “ Memang kami tidak memiliki surat terkait tanah itu, namun kami sudah mengolah dan menjadi milik kami sejak ratusan tahun, dari orang tua kami dahulu. Kami insyaallah akan tetap menjaga situasi untuk tetap aman”. Sebut M. Dt. Majo Indo kepada rombongan DPRD yang dipimpin Ketua DPRD, Saparudin.

Sementara, Sastri Andiko, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, mengucapkan belangsungkawa atas meninggalnya korban, sekaligus prihatin dengan peristiwa yang terjadi. “ Atas nama pribadi dan lembaga, kami turut berduka atas meninggalnya Erwin. Mudah-mudahan peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua”. Sebut Politisi Demokrat tersebut.

Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP. Haris Hadis saat dihubungi mengatakan bahwa, hingga saat ini, kondusi keamanan diwilayah hukum Polres Limapuluh masih kondusif, untuk itu ia meminta warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan hal-hal yang bersifat memecah belah. “ Kita minta masyarakat untuk tetap tenang, dan menyerahkan proses hukum kepada Polisi. Untuk mengantisipasi dan berjaga-ja dari hal-hal yang tidak diinginkan, kita juga menyiagakan anggota kita di Kenagarian Taram.”. sebutnya. (Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here