Diduga Korupsi Proyek PJU, Kejati Tetapkan 5 Tersangka

0
107
HW selaku menajer pemasaran PT SCA,. adalah tersanga kelima yang digelandang Kejati Riau ke Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk, Kulim, Pekanbaru.

PEKANBARU- dekadepos.com-

Dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terjadi di Pemko Pekanbaru, Propinsi Riau, sedikitnya telah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus memperkaya diri sendiri atau orang lain itu.

Kelima tersangka penilep uang Negara yang telah ditetapkan penyidik Kejati Riau sebagai tersangka itu adalah M selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ABD dan MJ pihak swasta selaku broker atau makelar proyek serta MHR, juga broker dan penggiat LSM, Kemudian yang ditetapkan sebagai tersangka kelima adalah HW (33), menajer pemasaran PT SCA.

“Sampai saat ini, pihak penyidik Kejati Riau sudah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) Pemko Pekanbaru,” ungkap  Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta, dalam keterangan pers di kantor Kejati Riau, Rabu (11/10/17) seperti diwartakan riauterkini.com.

Adapun tersangka ke lima yang telah diperiksa penyidik, ulas Sugeng Riyanta, adalah HW selaku menajer pemasaran PT SCA. Usai diperiksa selama beberapa jam, pria yang berdomisili di Jakarta itu langsung dilakukan penahanan dan digelandang ke Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk, Kulim, Pekanbaru.

“ Tersangka HW selain pihak yang menyediakan barang, dia juga ikut bermain proyek dan mendapatkan 9 paket proyek di Dinas Keberhasilan dan Pertamanan Pemko Pekanbaru,” beber Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta.

Sebelumnya, penyidik Kejati Riau telah menetapkan 4 tersangka yakni, M selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ABD dan MJ pihak swasta selaku broker atau makelar proyek serta MHR, broker juga penggiat LSM.
Ajukan Prapradilan
Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Riau, namun, 2 dari 5 tersangka terkait prpyek PJU itu mengajukan permohonan praperadilan  terhadap pihak Kejati Riau.

Gugatan praperadilan tersebut atas nama pemohon Abdul Rahman alias ABD dan Masdahuri alias MHR. Rencananya sidang perdana praperadilan itu dijadwalkan Senin dan Selasa pekan depan.

Dari hasil penyelidikan dan pendalaman alat bukti yang diperoleh tim penyidik Kejati Riau dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek PJU ini, Pemko Pekanbaru mengalami kerugian sebesar Rp 1,3 miliar akibat praktek penggelembungan (mark up) dalam pengadaan barang. (est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here