Diduga Lakukan Maladministrasi, Ombudsman Perwakilan Sumbar Surati Bupati Solok

0
320

Solok, Dekadepos.com

Bola panas proyek geothermal di Kabupaten Solok terus bergulir dan terus menyita perhatian publik, Kali ini Ombudsman Perwakilan Sumatra Barat yang menyurati Bupati Solok. Lembaga negara yang mempunyai wewenang dalam mengawasi penyelengaraan pelayanan publik tersebut melayangkan surat resmi kepada Bupati Solok perihal permintaan  klarifikasi I mengenai dugaan administrasi tidak memberikan pelayanan yang dilakukan oleh Bupati Solok terkait tidak ditanggapinya surat penolakan Izin Panas Bumi di Wilayah kerja panas Bumi Gunung Talang-Bukit Kili oleh Salingka Gunung Talang.

Surat dengan Nomor :0237/KLA/0315.2017/Pdg-07/XI/2017 tertanggal 13 November 2017 yang di tanda tangani oleh Adel Wahidi, SE.I selaku Plt Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar itu dalam isi nya menerangkan bahwa telah menerima masyarakat yang identitasnya di rahasia kan, berdasarkan pasal 24 ayat 2, Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. Yang pada pokoknya berkaitan dengan dugaan maladministrasi tidak memberikan pelayanan yang dilakukan oleh Bupati Solok terkait tidak ditanggapinya surat penolakan Izin Panas Bumi di Wilayah kerja panas Bumi Gunung Talang-Bukit Kili oleh Salingka Gunung Talang.

Adapun uraian laporan sebagai berikut :

  1. Bahwa menurut pelapor, tanggal 2 Juli 2017 diadakan sosialisasi pemanfaatan panas yang disampaikan oleh Pemkab Solok.
  2. Tanggal 7 Juli 2p17 diselenggarakan musyawarah pembebasan lahan yang akan digunakan oleh PT Hitay daya energy, namun masyarakat menolak membebaskan lahan.
  3. Tanggal 15 Juli 2017 diadakan musyawarah pelaksanaan kegiatan dengan Wakil Bupati Solok, Tokoh Masyarakat dan PT Hitay daya energy. Dalan musyawarah ini Asisten 1 dan Kepala Bappeda pamit meninggalkan ruangan, karena menurut mereka masalah yang ada adalah masalah Nagari, jadi Pemerintah daerah belum bisa ikut campur. Akhirnya agenda acara ini menjadi acara menjaring aspirasi.
  4. Tanggal 11 Agustus 2017, Masyarakat Salingka Gunung Talang-Bukit Kili mengirimkan surat penolakan proyek PLTP kepada Bupati Solok dan belum mendapat tanggapan sampai saat ini.
  5. Tanggal 22 Agustus 2017 diadakan rapat penyiapan lahan untuk kantor dalam rangka program kelistrikan nasional. Acara ini diikuti oleh banyak masyarakat yang hadir diluar kantor Talangsari Batu Bajanjang. Masyarakat meminta acara yang dilaksanakan secara tertutup ini, dibuka kepada khalayak ramai , karena lahan yang dimaksud adalah tanah adat dan tanah kaum adat. Oleh sebab desakan masyarakat, Walinagari menyatakan tidak akan menerima proyek ini jika masyarakat menolak.
  6. Tanggal 31 Agustus 2017 diadakan dialog Bupati dengan Kapolres Solok terkait pembangunan tenaga listrik gas bumi. Namun dalam acara ini, Bupati Solok yang pada awalnya membuka acara justru pergi tanpa diketahui masyarakat. Acara berakhir dengan suara penolakan beternak oleh massa yang hadir.

Baca juga : www.dekadepos.com/proyek-geothermal-makin-memanas-masyarakat-sandra-orang-perusahaan-dan-bakar-mobil/

Lihat Videonya di : http://www.dekadepos.com/ini-dia-video-warga-bakar-mobil-tolak-proyek-geotermal/

Memperhatikan kronologi laporan diatas, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatra Barat meminta Bupati Solok untuk memberikan penjelasan disertai salinan dokumen pendukung mengenai hal tersebut. Dalam rangka memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, kiranya penjelasan dari Bupati Solok dapat kami terima paling lambat dalam waktu  empat belas hari terhitung sejak  diterimanya permintaan penjelasan ini (vide Pasal  33 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia).

Isi dari surat Ombudsman RI perwakilan Sumatra Barat yang juga di tembuskan kepada Ketua Ombudsman Republik Indonesia di jakarta, Gubernur Sumbar, Ketua DPRD Sumbar, Ketua DPRD Kab Solok dan Pelapor. Dan sampai berita ini diturunkan awak dekadepos.com belum bisa  mendapatkan konfirmasi dari Bupati Solok terkait adanya Surat dari Ombudsman perwakilan Sumatra Barat tersebut, dikarenakan H.Gusmal Dt Rajo Lelo masih berada diluar daerah. (Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here