DIFITNAH HAMILI SEORANG WANITA, WAKO BUKITTINGGI LAPOR KE POLISI

0
16

Bukittinggi.Dekadepos.com-
Merasa nama baiknya dicemarkan dan difitnah melalui Short Message Service (SMS) tentang pengangkatan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi yang baru.Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias melaporkan kejadian terse but ke Central Pelayanan Kepolisian Polresta Bukittinggi, Senin lalu (15/5). Walikota berharap pihak Kepolisian dapat mengungkap siapa pengirim SMS yang menyerang nama baik keluarga dan pribadinya itu.

Walikota Ramlan Nurmatias melapor secara resmi ke Polresta Bukittinggi didampingi, Kabag Hukum Setdako Isra Yonza, Kabag Humas Yulman dan sejum lah Kepala SOPD dilingkungan Pemko Bukittinggi diPolresta diterima langsung oleh Waka Polres Kompol Dasveri.

Dalam laporan yang disampaikan,Ramlan Nurmatias tidak menerima dengan tuduhan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh orang tidak dikenal nya melalui pesan singkat SMS dengan tiga nomor yang berbeda di ponselnya.

“Saya datang ke Polres Bukittinggi untuk membuat laporan resmi terkaid dengan pencemaran nama baik saya melalui SMS yang dikirim oleh orang tidak dikenal. Dan SMS itu saya terima tiga kali dari tiga nomor yang berbeda, dimana isi dari SMS itu sudah keterlaluan dan dianggap sudah melanggar hak individu. Oleh karena itu saya melaporkan ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik, fitnah dan tidak berdasarkan fakta,” ujar Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias kepada Wartawan di Polres Bukittinggi.

Dijelaskannya, pada awal bulan Mei 2017, ia mendapat pesan singkat pertama dari salah satu nomor orang tidak dikenal. Dalam pesan singkat yang diterimanya itu ia dituding telah menerima uang sebesar Rp 320 juta untuk pengangkatan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi yang baru, Yandra Feri.

Dan kemudian dalam pesan singkat kedua yang diterima Walikota menyebutkan, bahwa dirinya telah salah mengangkat Kepala Dinas yang bersangkutan, kerena yang bersangkutan adalah seorang pemabuk dan penjudi yang tidak pantas diangkat menjadi Kepala Dinas Kesehatan.

Selanjutnya dalam pesan singkat ketiga yang diterima Walikota pada Minggu (15/5) kemarin mengatakan, bahwa pengangkatan Kepala Dinas Kese hatan yang baru yang juga selaku warga Birugo, dikarenakan Walikota takut kepada orang Birugo, karena Walikota punya kesalahan dengan tuduhan Walikota pernah menghamili seorang wanita di daerah Birugo.

“Menerima pesan singkat seperti itu dari tiga nomor yang berbeda,maka saya tidak terima dengan tudingan tersebut, karna ini sudah mencemarkan nama saya. Bahkan tudingan yang saya terima melalui SMS itu juga dikirim oleh pelaku kepada orang lain, sehingga tudingan tersebut menyebar,”ungkap Walikota Ramlan Nurmatas dengn kesalnya.

Ditgaskan oleh walikota Ramlan Nurmatias,tudingan melalui sms yang ditujukan kepada dirinya itu semuanya bohong dan tidak benar. Dan tudingan tersebut dianggap sudah melampaui batas karna sudah menfitnah dirinya sela ku Walikota.

Diakuinya, penempatan Kepala Dinas Kesehatan yang baru itu sudah melalui mekanisme dan prosedur yang sah, karna penempatannya berdasar kan hasil seleksi lelang jabatan tinggi pratama Pemko Bukittinggi. “Karna mera sa difitnah melalui SMS, maka saya laporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk dapat ditindaklanjuti dengan segera” ujar Ramlan Nurmatias.

Menanggapi laporan Walikota tersebut, Waka Polres Bukittinggi Kompol Dasveri mengatakan akan memproses laporan tersebut secepatnya. Kita sudah terima laporan Walikota Bukittinggi terkaid dengan pencemaran nama baiknya itu. Dan laporan itu kita proses secepatnya sekaligus melacak nomor yang diki rim oleh orang tidak dikenal tersebut,” kata Dasveri. (Aldo/Edis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here