Dilantik Bupati, Wali Nagari diminta Taat Aturan.

0
162

LIMAPULUH KOTA. Dekadepos.com.

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, mengatakan bahwa menjadi Walinagari bukanlah pekerjaan mudah. Namun adalah amanah yang menuntut kerja keras. Hal tersebut diungkapkannya dalam sambutannya pada acara pelantikan dan serahterima jabatan Wali Nagari Piobang periode 2016-2021 dari Prima Agni Dt. Pobo kepada wali nagari yang baru Saffan Nur di halaman kantor wali nagari setempat, Senin (24/10). “Jabatan wali nagari sekarang cukup berat. Program Nawacita Presiden Joko Widodo menyebutkan pembangunan itu dimulai dari desa. Kini rata-rata nagari kebagian dana sekitar Rp1 milyar bahkan ada yang mencapai Rp1,9 milyar yang harus dikelola wali nagari,” papar Irfendi.

Untuk mengelola dana sebesar itu, lanjut Irfendi, para wali nagari mesti memakai prinsip bekerja, bekerja dan bekerja. Agar bisa bekerja dengan baik sesuai aturan berlaku, wali nagari perlu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan para mantan wali nagari yang notabene sudah memiliki pengalaman memimpin nagari sebelumnya. “Kita mengajak semua pihak bekerja sama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, termasuk bekerjasama dengan wali nagari yang kini mengelola dana yang jauh lebih besar dari waktu sebelumnya,” pinta putera Koto Tangah Simalanggan tersebut.

Dalam kesempatan itu Irfendi juga mengingatkan wali nagari harus siap melayani dan menyikapi berbagai kondisi serta siap menerima kritikan yang bersifat membangun. Tak kalah pentingnya, menjaga niat iklas membangun untuk mewujudkan kemakmuran rakyat serta memenuhi harapan masyarakat. “Kita berharap wali nagari betul-betul mempunyai program yang menyentuh masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta menyelesaikan pertanggungjawabannya,” tutur Irfendi.

Lebih lanjut Irfendi juga meminta wali nagari yang baru lebih kreatif dan inovatif dalam memajukan berbagai usaha perekonomian masyarakat. Pada bagian lain Badan Musyawarah (Bamus) juga diharapkan mengawal program nagari tersebut. Begitu pula dalam hal pendidikan, Irfendi tak ingin ada anak pintar dari keluarga miskin yang tidak sekolah karena alasan biaya pendidikan. Anak pintar dari keluarga miskin, mesti dibantu dengan beasiswa yang mungkin saja dari badan amil zakat nasional (Baznas) Kabupaten Limapuluh Kota. “Kita tidak ingin ada anak berprestasi yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena ketiadaan biaya. Ini tentu perlu menjadi perhatian kita semua termasuk wali nagari,” papar Irfendi.

Sebelumnya Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Syafaruddin Dt Bandaro Rajo dalam penyampaiannya mengajak masyarakat Piobang yang sebelumnya berbeda pilihan dalam pemilihan wali nagari kembali bersatu padu membangun nagari. Selain itu ia juga mengharapkan nagari juga terbebas dari pungutan liar (Pungli) yang kini tengah gencar-gencarnya diperangi Presiden Jokowi. “Kita mengajak masyarakat kembali bersatu, seperti kata pepatah biduak lalu, kiambang batuik,” ujar Safaruddin. (Esha Tegar Putra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here