Disambut Isak Tangis, Akhirnya Mahasiswa Asal Sumbar yang Ditahan Dimesir Mendarat di BIM

0
153

Mahasiswa asal Kabupaten Limapuluh Kota, Muhammad Hadi dan Nurul Islami yang sempat ditahan Otoritas Keamanan Mesir, sejak 1 Agustus lalu, telah mendarat di Bendara Internasional Minangkabau (BIM), Minggu (3/9) siang pukul 13.10 WIB.

Kepulangan mereka disambut langsung Gubernur Provinsi Sumbar, Irwan Prayitno dan juga kedua orang tua beserta keluarga di pintu kedatangan bandara. Terlihat, isak tangis dan kebahagian menyelimuti kedatangan mereka.Kedua mahasiswa itu langsung dipeluk orang tua masing-masing.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat menyambut kedatangannya mengatakan puji syukur, kedua mahasiswa asal sumbar Kabupaten Limapuluh Kota ini telah sampai diranah Minang.

“Alhamdulilah dua mahasiswa asal Sumbar yang sempat ditahan pihak Otoritas Keamanan di Mesir telah pulang ke Sumbar. Ini semua berkat peran besar Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kedutaan Besar Indonesia di Mesir. Untuk itu kami dari Pemprov sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan,” ujar Gubernur Irwan Prayitno dikutip dari Hariankoranpadang.com

Selama ini Gubernur mengakui Pemprov Sumbar intens melakukan komunikasi dengan Dubes RI beserta Kemenlu untuk pembebasan Nurul dan Hadi. ” Dubes dan Kemnlu yang berperan membebaskan kedua mahasiswa ini, kita dari pemprov hanya melakukan komunikasi dan menfasilitasi kepulangannya ke tanah air,” tambahnya.

Irwan Prayitno mengungkapkan, saat ini pemprov telah mengupayakan pengirusan transkip nilai Nurul dan Hadi. “Kedua mahasiswa ini ingin kembali melanjutkan studi ke Mesir. Jadi untuk itu kami bantu untuk menfasilitasi pengurusan nilainya,” ungkapnya.

Selain itu, pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan wawancara kepada dua orang ini.

Dari hasil Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Nurul dan Hadi terbukti tidak bersalah dan pihak BNPT juga akan menyurati Kemenlu supaya mereka dapat balik lagi melanjutkan studinya ke Mesir.

“Kita sangat mendukung, mereka kesana untuk belajar, mereka adalah calon ulama masa depan. Kita di Sumbar sangat butuh peran ulama,” terangnya.

Sementara itu, Ibu Nurul, Muharnes merasakan gembira dengan kepulangan ketiga dari lima bersaudara ini. Karena, setiap hari mesti memikirkan anaknya yang masih ditahan disana.

“Hari ini perasaan saya lega dan gembira sudah dapat berkumpul dengan anak. Karena, Nurul merupakan satu-satu anak yang melakukan studi ke Mesir. Saya sangat berterimakasih kepada pemerintah atas peran penting membebaskan anak saya ini,” ungkapnya.

Ditempat sama, Ibu Hadi, Muktalindah merasakan kebahagiaan karena kepulangan sibuah hati ini. Dan berharap anaknya dapat kembali melanjutkan studi di Mesir.(KP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here