Disegel, eh …. Dibuka lagi

0
142

Payakumbuh, Dekadepos.com

Meski telah disegel atau diberi PPNS line sejak beberapa waktu lalu, akhirnya, Rabu (31/5), pihak Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sumbar, melepas kembali segel terhadap ribuan karung gula pasir yang sempat diamankan di tiga gudang yang ada di Kota Payakumbuh. Menurut pengakuan Kepala BBPOM Sumbar, Zulkifli, didampingi Asisten I Pemko Payakumbuh Yoherman, Dinas Kesehatan, Disperindag dan Satpol PP Payakumbuh mengatakan bahwa, dilepasnya kembali segel atau PPNS line terhadap ribuan karung gula yang telah diamankan di tiga agen besar di Kota Payakumbuh itu karena berbagai pertimbangan. “ Setelah dilakukan koordinasi dengan BBPOM Lampung dan BBPOM Pusat, ternyata untuk pangan olahan kemasan besar 50 kg, asalkan tidak langsung dijual kepada pengencer, boleh tidak memiliki izin edar. Maka atas dasar itu, BBPOM membuka kembali PPNS line terkait gula yang diamankan itu, “ sebut Zulkifli.

Zukifli juga mengakui, dilepasnya kembali segel atau PPNS line terhadap ribuan karung gula produksi PT. Gulas Pasir Putih Mataram asal Lampung dari tiga agen besar yakni gudang MP di Bunian dan gudang milik Haji Anas di Simpang Napar serta gudang Jaya Subur Baru milik Kosasih di Kelurahan Daya Bangun, untuk menjaga agar tidak terjadi kelangkaan gula di Kota Payakumbuh. “ Gula termasuk 9 bahan pokok yang sangat dibutuhkan, apalagi selama bulan puasa dan menjelang lebaran. Maka, atas permintaan Pemko Payakumbuh kepada BBPOM Sumbar, guna menjaga agar tidak terjadi kelangkaan gula di Kota Payakumbuh, maka atas pertimbangan itu pihak BBPOM membuka kembali segel atau PPNS line tersebut. Artinya, ketiga agen besar gula yang telah kita segel ini boleh mengedarkannya walau tidak punya izin, ” aku Zulkifli.

Kepala BBPOM Sumbar Zulkifli menolak mengakui, jika tindakannya telah menyegel ribuan karung gula produksi PT. Gula Pasir Putih Mataram asal Lampung itu, sebagai tindakan keliru atau menyalahi protap. “ BBPOM tidak keliru dalam melakukan tindakan, karena gula pasir putih Mataram asal Lampung yang diamankan pihak BBPOM tersebut, dijual ke orang-orang atau supermarket. Ini tidak dibolehkan,” ujar Zulkifli.

Sementara itu, terkait adanya komplain dari pihak Polres Payakumbuh yang menyatakan bahwa, aksi penyegelan gula ditiga gudang besar di Kota Payakumbuh oleh pihak BBPOM Sumbar, namun tidak melibatkan pihak Polres Payakumbuh yang berwenang dalam penindakan penyegelan, juga dibantah oleh Kepala BBPOM Sumbar, Zukifli. “ Tim ini adalah terpadu. Dalam pengawasan makanan dan minuman dan pangan olahan ini, adalah domainnya BBPOM Sumbar. Artinya, BBPOM Sumbar boleh mengikutsertakan tim daerah dan boleh juga tidak. Termasuk soal tindakan penyegelan, BBPOM juga penyidik. Jadi, dibidang obatan-obatan, makanan dan minuman, BBPOM boleh boleh melakukan penyegelan karena BBPOM adalah PPNS,” tegas Zulkifli.

Ketika ditanya apakah gula produksi PT. Gula Pasir Putih Mataram asal Lampung yang sudah terlanjur disegel dan tidak memiliki izin edar itu, tidak berisiko terhadap kesehatan masyarakat. Menjawab pertanyaan ini, Zulkifli menyatakan gula pasir putih Mataram asal Lampung itu, aman dikonsumsi masyarakat karena sudah memiliki SNI. Sementara itu pengacara pihak produsen gula PT. Gula Pasir Putih Mataram, Lampung, Lice V.Efdora,SH, MH, yang ikut mendampingi BPPOM Sumbar untuk membuka kembali segel atau PPNS line terhadap tiga agen gula di Kota Payakumbuh mengakui bahwa, tindakan penyegelan terhadap prodak gula pasir putih Mataram, memang merupakan wewenang BBPOM Sumbar.
“ Namun, setelah kita koordinasikan dengan BBPOM Lampung dan BBPOM Pusat, ternyata gula pasir putih Mataram, Lampung yang kita produksi tidak ada masalah karena sudah SNI,” pungkas Lice V.Efdora,SH, MH, sekaligus mengakui pihak produsen agak sedikit tidak nyaman atas terjadinya penyegelan itu. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here