Dituding Lakukan Pemalsuan, KPU diminta Diskualifikasi Erwin Yunaz

0
28

Payakumbuh, Dekadeposcom.com

Sekretaris Tim Relawan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Muhktar dan Fitrial Bachri (W-fi) untuk daerah pemenangan Nagari Koto Nan Gadang, Hilmi Dt. Maro Sati, melayangkan surat pengaduan ke Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah (Panwaslih) Kota Payakumbuh, atas dugaan pemalsuan data dan pembohongan publik yang dilakukan calon Wakil Walikota Erwin Yunaz. Dalam surat pengaduan yang dilayangkan Hilmi Dt. Maro Sati, tertanggal 6 Januari 2017 dengan tembusan disampaikan kepada Ketua Bamaslu, Ketua KPU RI, Ketua MA di Jakarta dan Ketua Bawaslu Sumbar, Ketua KPU Sumbar, Ketua Pengadilan Tinggi Sumbar, Ketua KPU Kota Payakumbuh, Kapolres Kota Payakumbuh Ketua Pengadilan Negeri Payakumbuh, Kejari Payakumbuh media cetak dan elektronik dan kepada pasangan calon nomor urut 1 dan 2 itu, dia menuding bahwa Erwin Yunaz sebagai calon Wakil Walikota berpasangan dengan Riza Falepi sebagai calon Walikota, dituding telah melakukan pemalsuan data dan pembohongan publik.

tanda-gambar-sebagai-alat-kampanya-erwin-yunaz-calon-wakil-walikota-payakumbuh-berpasangan-dengan-riza-falepi-sebagai-calon-walikota

Menurut Hilmi Dt. Maro Sati, adapun tindakan pemalsuan data dan pembohongan publik yang dilakukan Erwin Yunaz , terkait adanya gelar akademis Master Managemen (MM) yang dipakai Erwin Yunaz pada Alat Peraga Kampanye (APK) berupa barner, kalender dan spanduk yang dipajang diberbagai tempat umum.

4

5

3

2
“ Gelar MM tersebut adalah gelar akademik legalitas formal yang hanya akan diperoleh dan dapat dipergunakan sebagai tambahan nama adalah melalui jenjang pendidikan Strata 2 (S2) yang harus dibuktikan dengan ijazah, sertifikat atau legalitas lain yang sah sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Hilmi Dt. Maro Sati.

Oleh karena itu, ungkap Hilmi Dt. Maro Sati, telah terjadi pemalsuan atau setidaknya pemakaian gelar akedemik palsu oleh calon Wakil Walikota nomor urut 2 ( H.Erwin Yunaz, SE,MM). Dan telah terjadi pemalsuan data yang didaftarkan ke KPU (sesuai dengan profil dan APK yang dicetak KPU) sehingga berbeda dengan APK yang diedarkan di masyrakat Kota Payakumbuh. Telah terjadi pidana pemalsuan data pendidikan calon Wakil Walikota nomor urut 2 serta pembohongan public dan patut dapat diduga ada niat dan unsure kesengajaan untuk mempengaruhi pemilih untuk memilih pasangan nomor urut 2 dengan seolah-olah berpendididikan setingkat S2 dengan gelar Master Managemen (MM).

Lebih jauh Hilmi Dt. Maro Sati menduga ada kelalaian dari KPU dalam melakukan ferivikasi data factual terhadap pasangan nomor urut 2. Untuk itu meminta Panwaslih Kota Payakumbuh untuk memferivikasi ulang data yang didaftarkan oleh calon Wakil Walikota nomor urut 2.

Tah hanya itu, Hilmi Dt. Maro Sati meminta agar KPU Kota Payakumbuh mendiskualifikasi pencalonan pasangan nomor urut 2, karena melakukan tindak pidana pemalsuan data dan pembohongan publik.
“ Kami meminta agar semua APK yang telah dipasang dengan data palsu tersebut untuk dimusnahkan. Kemudian menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat Kota Payakumbuh, karena telah melakukan pemalsuan data dan pembohongan publik melalui media cetak dan memdia elektronik yang ikut terlibat dalam sosialisasi Pilkada Payakumbuh,” ujar Hilmi Dt. Maro Sati.

Ditegaskan Hilmi Dt. Maro Sati, kalau Panwaslih dan KPU tidak memenuhi tuntutan seperti tertuang dalam surat pengaduan itu, dia menuding bahwa Panwaslih dan KPU patut dan dapat diduga terlibat atau setidaknya membiarkan data yang beredar adalah data palsu yang membohongi publik Kota Payakumbuh dan rakyat Indonesia secara umum karena data tersebut masuk dalam data KPU RI beserta lembaga terkait dengan Pilkada secara Nasional.
Surat pengaduan yang ditulis diatas kertas bermaterai Rp 6000 yang dilayangkan Hilmi Dt. Maro Sati kepada Panwaslih Kota Payakumbuh itu, ikut ditandatangi atau diketahui oleh Ketua Tim Relawan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Suwandel Muhktar-Fitrial Bachri, Ketua Relawan Nagari Koto Nan Gadang, Refidon Putra dan Ketua Koalisi bandunsanak pengusung Suwandel Muhktar-Fitrial Bachri, Aribus Madri.

Ketua Panwaslih Kota Payakumbuh, Suci Wildanis yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan pengaduan yang dimasukan tim relawan W-fi terkait gelar MM calon Wakil Walikota Erwin Yunaz.
“ Kita memang sudah menerima surat pengaduan itu dan Panwaslih sudak menyikapinya dengan melayangkan surat kepada pihak terkait untuk klarifikasi,” ujar Suci Wildani.

Sementara itu Ketua KPU Payakumbuh, Muhammad Khadafi, juga membenarkan sudah menerima tembusan surat pengaduan tersebut. “ Ijazah S1 sarjana ekonomi sedangkan untuk S2 dia hanya memasukan surat keterangan lulus dari Fakultas Ekonomi DR. Sutomo Surabaya,” ujar Muhammad Khadapi. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here