Divonis 15 Tahun Penjara, Apak Rutiang Pikir-pikir

0
326

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Bapak ‘rutiang’ bernama EA (38) warga Kenagarian Kotobaru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp500 Juta subsider 6 bulan kurungan, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh dalam sidang yang digelar, Kamis (9/11).

Ketua majelis hakim, Agung Dermawan, SH dibantu hakim anggota Neli Gustiade,SH yang menyidangkan perkara tersebut dalam amar putusannya mengungkapkan bahwa, hal yang memberatkan terdakwa dalam putusan itu, karena telah menyetubuhi anak kandungnya sendiri.

Mendengar putusan majelis hakim yang menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan, terdakwa EA menyatakan pikir-pikir.

“Saya menyatakan pikir-pikir, Pak hakim,” ujar EA saat mendengar putusan itu.

Seperti diungkapkan sebelumnya, EA karena dikendalikan nafsu setannya, tega ‘memakan’ anak kandungnya sendiri, sebut saja namanya Angrek (11) (bukan nama asli,red).

EA yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di pasar Payakumbuh itu ditangkap setelah pihak kepolisian mendapat laporan dari mak tuo (kakak perempuan dari pihak ibu, red) bahwa, Anggrek telah digarap oleh ayah kandungnya.

Atas laporan pihak keluarga korban, anggota Satreskrim Polres Payakumbuh langsung melakukan penangkapan. “ Tersangka ditangkap, Selasa (11/7) lalu sekira pukul 16.00 Wib ketika sedang minum kopi di sebuah warung di daerah Lampasi.

Ketika menjalani pemeriksaan di Mapolres Payakumbuh, kepada penyidik EA mengaku bahwa perbuatan biadab itu dilakukannya ketika ibu korban sedang tidak berada di rumah.

EA mengaku pertama kali anak kandungnya ia garap Minggu malam (16/4). Awalnya, korban minta belikan pulsa, namun dijanjikan malam harinya. Ketika itulah pertama kali anak kandungnya digagahi.

Merasa ketagihan, empat hari kemudian, tepatnya Kamis malam (20/4) bapak rutiang itu kembali melapiaskan nafsu iblisnya. Tak sampai disitu, lima hari kemudian tepatnya Selasa malam (25/4) EA kembali menyalurkan hasrat setannya. Kali ini, korban digarap dibawah ancaman.

Atas perbuatan bejadnya, maka majelis hakim menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara untuk terdakwa EA dan denda Rp 500 juta dengan 6 bulan subside. (est)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here