Door..! Enam Bulan Buron Jadi Curanmor, Kisah Napi Kasus Pembunuhan Kebun Teh Berakhir di Timah Panas

0
498

SOLOK, Dekadepos.com

Kisah pelarian panjang pelaku kasus pembunuhan yang terjadi di kebun teh Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok yang terjadi tanggal 18 April 2012 silam terhadap korban bernama Afdal (18) dan jasadnya ditemukan 4 hari kemudian, mungkin masih terbayang dalam ingatan masyarakat Solok. Waktu itu pelaku pembunuhan berjumlah dua orang, bernama Okto Rezo Putra dan Endo.

Meski waktu itu kedua pelaku sempat buron ke Bali dan Jakarta, namun berhasil ditangkap beberapa bulan kemudian. Kedua pelaku pada tahun 2013 sudah dituntut hukuman 18 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Koto Baru atas tuduhan pembunuhan berencana dan perampokan terhadap korban Afdal yang merupakan keponakan kandung dari anggota DPRD Sumbar, Ahmad Rius, SH. Waktu itu, almarhum Afdal sedang mengisi masa liburannya di kebun teh Kayu Aro, Solok bersama sang kekasih bernama Mela yang masih tercatat sebagai pelajar di SMK 1 Talang. Mela selamat dari pembunuhan dan saat ini Mela sudah menjadi Polwan di Polres Arosuka.

Setelah divonis selama 18 Tahun penjara, maka hari-harinya dihabiskan di dalam LP Kelas IIB, Laiang Solok sebagai tahanan. Namun pada hari Rabu tanggal 12 Desember 2016 silam sekitar 18.25, tahanan kasus pembunuhan ini yakni Okto Rezo Putra, (27), berhasil kabur dari LP bersama dua orang temannya sesama napi yang masing-masing tersangkut kasus pembunuhan, perampokan dan penggelapan, dengan cara memanjat dan memotong kawat berduri. Mereka kabur melalui tembok belakang lapas dengan cara menggergaji gembok sel dan memotong kawat berduri pagar tembok

Ringkasnya, selama menjadi buronan dari Polres Solok kota dan Polres Arosuka, Okto Rezo Putra, terus melakukan aksi kejahatan di Solok yakni menjadi otak pelaku curanmor. Sementara dua temannya yang sama-sama kabur dari tahanan, sampai saat ini belum diketahui kemana rimbanya.

Pelarian panjang buronan sekaligus resedivis yang bernama Okto Rezo Putra, warga Jorong Talagodadok, Nagari Sungai Janiah, Kecamatan Gunungtalang, hari Jum’at pagi (9/6) sekitar jam 06.30 WIB, berakhir ditangan polisi. Pelaku pembunuhan dan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini, dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas gabungan Polsek Kubung dan Polres Arosuka.

Menurut Kapolres Arosuka, AKBP Reh Ngenana, penangkapan pelaku Rezo yang sudah lama menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) orang ini dilakukan petugas dikawasan Simpang Surya, Kota Solok, sekitar pukul 06.30 WIB. “Selama masa pelariannya, tersangka Rezo menjadi pelaku curanmor dan selama di luar penjara, pelaku telah beraksi di beberapa kawasan di wilayah hukum Polresta Solok dan Polres Arosuka. Dia sangat licin dan beberapa kali akan ditangkap selalu bisa lolos,” jelas AKBP Reh Ngenana, yang didampingi Kasat Reskrim AKP Edwin dan Kasat Intel Polres Arosuka, AKP Sosmedya.

Dari beberapa pengakuannya kepada petugas di Polres Arosuka, pelaku berhasil menggasak sepeda motor dengan bermacam modus, seperti merampas sepeda motor tukang ojek hingga mencuri sepeda motor yang berada didalam rumah korban.

Petualangan Rezo berakhir, setelah selama 13 harinya lamanya di intai petugas Sat Reskrim Polres Arosuka. Bahkan, minggu lalu, pelaku nyaris ditangkap waktu menjadi curanmor di nagari Koto Gadang Anau, Kecamatan Lembang Jaya. Tampak waktu itu polisi, walinagari dan camat Lembang Jaya serta ratusan masyarakat sekitar mencari keberdaan Rezo yang diduga kabur masuk semak belukar di daerah tersebut. Hingga waktu berbuka puasa, keberadaan Rezo juga tidak ditemukan dan pelaku berhasil melarikan diri.

Jum’at pagi, Petugaspun membuntuti pelaku Rezo dari tempat aksinya. Saat dibuntuti dari Mini Market Koto Baru Simpang Surya, pelaku berhenti dan berdiri didepan mini market Toko Baru kawasan Simpang Surya, Kota Solok. Petugas mulai mendekati pelaku yang tidak sadar kalau dirinya telah diikuti. Namun, saat ditangkap, pelaku melakukan perlawanan. Rezopun berhasil dilumpuhkan dengan sebutir timah panas dibagian kaki kirinya.

“Anggota kita terpaksa melakukan penembakan terhadap kaki korban karena berusaha melwan petugas saat hendak menangkapnya,” jelas AKBP Reh Ngenana.

Setalah sukses menangkap buronan Rezo, petugas langsung membawa pelaku ke RS terdekat untuk mengobati luka di kakinya akibat di dor bedil polisi. Setelah itu, pelaku digiring ke Mapolres Arosuka di Lubuk Selasih.

Menurut Kapolres, tersangka melanggar pasal 362 jo 363 KUH-Pidana, Rezo selama tahun 2017 dan TKP di kabupaten Solok sebanyak 15 unit dan sekarang petugas sedang kejar BB ke Provinsi Riau. “Tersangka merupakan buronan dan DPO dari Polresta dan Polres Arsuka Solok, sebab tersangka melakukan aksi di kota dan Kabupaten selama menjadi buronan,” jelas AKBP Reh Ngenana yang diamini Kasat Reskrim, AKP Edwin.

Modus operandi tersangka adalah dengan mengejar sasaran tukang ojek yang memakai beat diajak jalan dan ditengah jalan ditinggalkan dengan banyak alasan, atau pelaku mengambil sepeda motor dirumah orang.

Kapolres Arosuka berjanji akan mengekspos kemedia BB kejahatan Rezo kalau sudah terkumpul. “Kawan-kawan media bersabar saja dulu, sebab beberapa BB masih kita kumpulkan dan kita jemput ke Riau dan tidak mustahil para tersangka akan bertambah,” jelas AKBP Reh Ngenana. Sampai berita ini dilansir, petugas Satreskrim Polres Solok Arosuka masih melakukan pengembangan atas kasus pencurian kendaraan bermotor di sejumlah daerah (Ujang Jarbat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here