DPRD Desak Pemkab Solok Tuntaskan Masalah Tapal Batas

0
58

SOLOK, Dekadepos.com

Sampai saat ini tapal batas antar nagari di Kabupaten Solok banyak yang yang belum terang. Selain batas nagari dengan nagari lainnya, tapal batas kabupaten dengan Kabupaten juga masih banyak yang belum tuntas. Seperti batas wilayah Kabupaten Solok dengan Solok Selatan, batas Kabupaten Solok dengan kota Sawahlunto, dengan Kabupaten Sijunjung dan dengan Kabupaten Dhamasraya.

Untuk itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen meminta Pemkab Solok serius menuntaskan masalah ini agar tidak terjadi komplit dibelakang hari. “Kalau tidak segera dituntaskan, tentu lama-lama akan menimbulkan masalah, baik batas Kabupaten Solok dengan Kabupaten tetangga atau batas nagari dengan nagari yang ada di Kabupaten Solok,” terang Septrisemen, Senin (3/4).

Untuk itu, Septrismen menghimbau agar Pemkab Solok melakukan ‘duduak baropok’ atau bermusyawarah dengan daerah yang rawan terjadi potensi komplik itu. “Tapal batas ini ibara api dalam sekam. Namun harus kita carikan solusinya agar tidak timbul masalah dibelakang hari,” tambah politisi dari Gerindra itu. Bahkan menurut Septrismen, Gubernur Sumbar baru-baru ini juga sudah meminta daerah untuk menuntaskan masalah tapal batas yang ada di Sumbar.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kabupaten Solok lainnya, Yondri Samin juga berharap agar masalah perbatasan nagari, bukan hanya di Sirukam, namun seluruh nagari yang mempunyai dilema batas nagari, agar bisa dibicarakan oleh Pemkab Solok dengan pihak yang bersengketa, dan pemkab sebagai fasilitator. termasuk penyelesaian masalah batas nagari dengan nagari atau kecamatan dengan kecamatanj dan seterusnya. “Biasanya, pihak-pihak yang bersengkata, akan lebih cenderung mengedepankan argumentasinya untuk mempertahankan daerahnya, tanpa berpikir yang lebih luas lagi. Bahkan kalau ini tidak dibicarakan, maka komplik horizontal di tengah masyarakat akan terus muncul,” Yondri Samin

Sementara masyarakat nagari Sirukam, kecamatan Payung Sekaki, meminta Pemerintah Kabupaten Solok, menuntaskan batas nagari dan juga batas nagari dengan Kabupaten tetangga. Bahkan jika tidak diselesaikan, masalah tapal batas ini akan menjadi dilema bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan tersebut.

Tokoh masyarakat Sirukam, Darlius (56), mengatakan bahwa sampai saat ini masalah perbatasan nagari Sirukam dengan Sungai Nanam dan Kabupaten Sijunjung, masih belum ada yang tuntas. Bahkan beberapa wilayah yang masuk ke nagari Sirukam, sudah ada yang diperjual belikan oleh nagari tetangga. “Kalau ini tidak segera diatasi, tentu akan menjadi api dalam sekam bagi masyarakat nagari Sirukam. Karena seharusnya Pemkab memfasilitasi pertemuan antar nagari yang berbatas langsung, dan juga dengan Kabupaten tetangga,” ujar Darlius, yang diamini walinagari Sirukam, Yulita Amril Malin Batuah (Ujang Jarbat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here