Dua Hari Kabur, “Tahanan” LPKA Kembali Diamakan

0
37

Payakumbuh. Dekadepo.com

Dua hari setelah berhasil menghirup udara bebas setelah berhasil kabur sejak Kamis lalu (26/1) dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Provinsi Sumatera Barat di Tanjung Pati, Kabupaten Limapuluh Kota, akhirnya 2 orang warga binaan atau tahanan yang berhasil kabur berhasil ditangkap pihak LPKA Tanjung Pati. Menurut Kepala LPKA, Agus Rahmatamin melalui Darisman, Kepala Pengawasan, Darisman kedua warga binaan yakni AW (17) beralamat di Taratak Paneh, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, dan RS (17) berasal dari Jorong Boncah, Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, ditangkap Jumat dan Sabtu (27-28/1) di rumah keluarganya di Padang.

Diungkapkan Darisman, setelah kedua warga binaan itu berhasil kabur dari LP Anak Tanjung Pati, kedua tahanan terlibat kasus narkoba dan pemerkosaan itu menompang mobil pick up L 300 dan turun ke kawasan Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur. Sebelum kabur ke ke Padang menompang dengan mobil truk semen, RS berhasil menghubungi keluarganya di Jorong Boncah, Batubalang dan minta dijemput di Ngalau, Koto Nan Ampek, Payakumbuh.

2

“ Sebelumnya, petugas LPKA Tanjung Pati bersama anggota Polres Limapuluh Kota dan Polres Kota Payakumbuh sudah mencari kedua tahanan yang kabur ke tempat yang dicurigai termasuk mengamati mobil umum yang melintas di jalan Payakumbuh-Pekanbaru. Namun, kedua berhasil kabur dengan menompang mobil truk semen,” sebut Darisman.

Diungkapkan Darisman, setelah keduanya sampai di Pasa Usang, Kabupaten Padang Pariaman, AW menghubungi keluarganya dan untuk kemudian mereka menginap di salah rumah keluarga di perumahan Palapa, Koto Tangah Padang. “ Sebelumnya, kita sudah melakukan pendekatan kepada keluarga AW dan RS untuk tidak melindungi kedua tahanan yang kabur itu. Dengan arti kata, agar menyerahkan kedua tahanan itu apabila pulang ke rumah keluarga. Terbukti, satu hari setelah AW dan RS menginap di rumah keluarganya di Koto Tangah Padang, RS menelpon keluarganya yang ada di Batubalang untuk menjemput dan menyerehkannya kembali ke LPKA Anak Tanjung Pati, dengan catatan jangan dibawa polisi untuk menangkapnya,” ujar Darisman menjelaskan.

Dikatakan Darisman, RS dijemput petugas LPKA didampingi keluarga, Jum’at (27/6), sedangkan AW atas laporan kelauraganya ditangkap esoknya, Sabtu (28/1) ketika menginap di rumah orang tuanya di Taratak Paneh, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

“ Kedua tahanan yang kabur itu telah melakukan kesalahan berat dan sebagai hukumannya selama satu tahun tidak mendapatkan keringanan hukuman melalui remisi,” sebut Darisman.

Darisman juga mengakui kaburnya kedua tahanan warga binaan LPKA Tanjung Pati itu, selain disebabkan kurangnya tenaga/pegawai di LPKA Tanjung Pati, malah sarana keamanan lingkungan LPKA Tanjung Pati juga perlu ditingkatkan kondisinya.

“ Kedua tahanan itu kabur melalui kawat pengaman yang ada di belakang dapur, karena besi pengamannya kecil dan sangat mudah dirusak. Kemudian melalui dinding tembok yang ada di Pos Jaga 2 yang sudah rusak dan tidak ada petugas piketnya, kedua tahanan itu berhasil melompat dan untuk kemudian kabur. Kita berharap, fasilitas yang tidak mendukung ini segera mendapat perhatian dari pihak kompeten,” harap Darisman. (Esha Tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here