DUA PELAKU CURANMOR DIBEKUK: Hasil Kejahatan untuk Beli Sabu dan Belanja Istri

0
39

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –
Jajaran Satreskrim Polres Payakumbuh Rabu (15/3) lalu berhasil mengamankan dua orang pelaku curanmor di dua tempat berbeda. Keduanya merupakan Resedivis dalam kasus yang sama.

Namun, pelaku curanmor yang sudah beraksi di 13 tempat di wilayah Sumbar ini, tidak pernah kapok. Hingga akhirnya Harry Indra Jaya (34) berhasil dibekuk dirumahnya di Purus Kota Padang saat hendak mandi.

Setelah diamankan, kepada penyidik Herry menyebut nama Kofral (34). Herry bernyanyi jika dirinya beraksi melakukan pencurian sepeda motor bersama Kofral. Bahkan Herry yang beralamat di Jalan Sukarno Hatta, Manggis Kecamatan Mandiangin Koto Selatan, Kota Bukittinggi itu mengaku telah mencuri sepeda motor di 11 TKP di Kota Bukittinggi.

Kemudian pada Minggu 5 Februari 2017 sekitar Pukul 20.00 Wib di Musholla Al-Amin Kelurahan Subarang Batang, Kota Payakumbuh, dirinya melakukan pencurian motor Suzuki FU BA 3831 ML milik Denny bersama Kofral. Akhirnya, Kofral, diamankan di Harau tanpa perlawanan saat hendak pulang kerumahnya Tarok.

“Kita amankan keduanya ditempat berbeda. Tetapi tersangka melakukan pencurian berdua, dengan 13 TKP dua di Payakumbuh, dan 11 di Bukittinggi. Atas laporan Koban Denny kita tangkap pelaku di Padang dan Harau,” sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP Kusworo, melalui Kasat Reskrim Iptu Wawan Dermawan didampingi Kanit Ipda Safri, Kamis (23/3).

Disampaikan Kasat, dari hasil pengembangan yang dilakukan polisi menemukan BB berupa motor di Akabiluru dan satunya lagi di Kecamatan Luhak.

Dari pengakuan tersangka kepada penyidik, setelah berhasil mengambil motor korban, dirinya mencoba menjual kotor ke daerah Solok dan Pasaman. Untuk satu unit motor dijual dengan harga bervariasi, jika motor Suzuki FU milik Denny dijual pelaku seharga Rp 2,8 juta.

“Saya jual ke-Solok dan Pasaman. Harganya bervariasi, ada yang Rp 2,8 juta, tergantung kondisi dan jenis motornya. Hasilnya kami bagi, untuk hasil penjualan FU saya kasi Kofral Rp 500 ribu,” akunya kepada penyidik.

Uang hasil penjualan motor hasil curian, aku Herry dibelikan kepada narkoba jenis shabu-shabu. “Setelah saya kasih Kofral sisanya untuk saya belikan shabu-shabu dan untuk belanja istri” jelasnya.

Herry yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir bus bersama Kofral terancam pasal 363 KUHP. (esa tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here