Dua “ Tahanan “ Kabur Masih diburu Polisi dan Tim LPKA

0
21

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Pasca Kaburnya Dua orang warga Binaan (Tahanan) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Provinsi Sumatera Barat di Tanjung Pati Kabupaten Lima Puluh Kota, yang diduga melarikan diri saat shalat berjamaah di Mesjid yang berada di dalam Lembaga pembinaan yang mencapai luas 1 Ha itu. Tim Kepolisian dan Tim LPKA langsung bergerak melakukan perburuan terhadap kedua warga binaan berinisial AW (17) beralamat di Taratak Paneh Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang dan RS (17) berasal dari Jorong Boncah Nagari Batu Balang Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.

Sebelumnya diberitakan, dua warga di LPKA Tanjung Pati Kabur saat Jam Sholat. BACA : dua tahanan LPKA Tanjung pati Kabur Saat Jam Sholat (KLIK)

Pihak Kepolisian dari Mapolres Lima Puluh Kota juga telah mendatangi LPKA untuk melihat jalan tempat keduanya melarikan diri. Polisi dan Petugas LPKA menyebutkan bahwa mereka juga telah menyebarkan informasi kepada masyarakat terkait kaburnya dua orang tersebut. Bahkan, Wakapolres Lima Puluh Kota, Kompol. Eridal langsung turun ke LPKA untuk melihat dari dekat tempat keduanya melarikan diri.

3 4

“ Kita sudah menyebar informasi ke Masyarakat terkait kedua orang warga LPKA yang melarikan diri ini. Dan kita juga telah mendatangi rumah keluarga salah satunya di Kenagarian Batu Balang Kecamatan Harau, namun keduanya tidak berada disana”. Sebut Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP. Bagus S melalui KBO Reskrim, Iptu, M, Arvi, Kamis (26/1).

Mantan Wakapolsek Sulikit itu juga menambahkan, bahwa RS (17) yang merupakan warga Kabupaten Lima Puluh Kota itu, sempat hendak pulang ke Rumah di Batu Balang, namun dia tidak jadi mampir. Ia memilih turun dan menghubungi keluarganya untuk datang. “ RS sempat hendak menuju pulang dengan menumpang mobil truk yang lewat, namun belakangan diketahui ia turun di daerah Koto Panjang Payobasung. Ia juga sempat meminjam Handphone sang sopir untuk menghubungi sang kakak, namun setelah kakak datang untuk menemui, ternyata RS tidak ada ditempat yang ia sebutkan” tukuk Arvi.

Sejumlah pihak banyak yang menyayangkan kaburnya kedua remaja itu, sebab masa hukuman mereka terbilang tidak lama. Keduanya masuk ke LPKA pada akhir tahun lalu, Vonis hakim harus membuat mereka berada di LPKA untuk menjalani pembinaan. Untuk AW harus menjalani pembinaan/menjalani hukuman selama 1 tahun 8 bulan, sedangkan RS yang tersandung kasus Asusila divonis hakim selama 2 tahun.

Hingga kini, Pihak kepolisian dan petugas LPKA masih melakukan pencharian terhadap kedua remaja itu. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here