Dukung Unand Bebas LGBT, Puluhan Mahasiswa Ikuti Sosialisasi dan Tes Kesehatan

0
124

Payakumbuh, Dekadepos.com

Puluhan Mahasiswa/I Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh di Jalan Rangkayo Rasuna Said Kecamatan Payakumbuh Timur yang mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan di kampus Mereka. Hasil sementara, mereka dinyatakan bebas dari sejumlah Penyakit Menular, Narkoba, Hiv-Aids serta penyakit berbahaya lainnya.

Sebelumnya, puluhan Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah itu mengikuti Sosialisasi Deteksi Dini LGBT,  Hiv-Aids dan Penyakit tidak menular yang digelar di Aula Kampus berlantai III itu Sabtu pagi (4/11). Baca juga : http://www.dekadepos.com/besok-di-kampus-unand-ii-bakal-digelar-ini/

Payakumbuh yang menempati urutan 2 terbesar di Sumatera Barat dalam kasus Penyalahgunaan Narkoba dan LGBT serta urutan 3 Hiv-Aids, menjadi salah satu alasan KPAI Payakumbuh dan BEM Unand menyelenggarakan Sosialisasi dan tes kesehatan. Sebab sebagian besar mahasiswa di dua Fakultas itu berasal dari Luar Payakumbuh.

” Selain mendukung kebijakan Rektor Unand  agar Kampus bebas LGBT, kegiatan yang kami gelar bekerjasama dengan Puskesmas Tiakar, BNNK ini juga untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa bahaya LGBT dsn Narkoba yang kian mengkhawatirkan.” sebut Markus, Ketua Panitia didampingi Fahman Rizal, Sabtu pagi (4/11).

Markus juga menambahkan, Kota Payakumbuh yang menempati polisi teratas dalam kasus Narkoba, LGBT serta Hiv-Aids menjadi faktor Utama sehingga mereka termotivasi Menggelar kegiatan tersebut.

Beberapa kegiatan yang digelar, Tes Narkoba, Pemeriksaan Penyakit Menular, Tes Hiv-Aids, Pemeriksaan kesehatan usia produktif (Hipertensi, masalah rokok dan lainnya).

Sementara, Kepala Puskesmas Tiakar, Sisri Maryanti mengatakan bahwa, untuk mendukung kegiatan yang digagas mahasiswa itu, ia menurunkan sekitar 10 orang petugas medis dan 1 orang dokter. ” Tentu kita sangat mendukung kegiatan Sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan yang digagas adik-adik mahasiswa ini. Untuk pemeriksaan Hiv-Aids kita telah mengambil sample daerah sekitar 29 orang mahasiswa/I untuk hasil sementara, mereka aman” sebutnya.

Ibu tiga anak itu juga menambahkan, bagi masyarakat beresiko (Pengguna Narkoba jarum suntik, ibu hamil, LGBT, LSL serta yang pernah bertindik / Tato) yang ingin memeriksaakan diri terkait Hiv-Aids bisa datang ke Puskesmas Tiakar. ” Bagi yang ingin memeriksakan diri, khusus bagi yang beresiko gratis”.

Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memeriksakan diri terkait Hiv-Aids masih menjadi kendala, karena mereka beranggapan pemeriksaan Hiv-Aids adalah suatu aib, padahal itu adalah satu keharusan dalam membentengi diri. (Est).lp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here