Erwin Yunaz: Setetes Darah, Sangat Berarti untuk Kemanusiaan

0
25

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-

Belum sampai satu bulan pasca dilantik, pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Payakumbuh Periode 2018-2023 langsung menunjukkan kiprah nyata. Bertempat di ruangan Lt.1 Balaikota Payakumbuh, ex.Lapangan Poliko, PMI Kota Payakumbuh menggelar kegiatan Donor Darah pada Jumat (20/4) pagi.

Hadir pada pelaksanaan kegiatan tersebut Wakil Walikota Payakumbuh sekaligus Ketua Dewan Pembina PMI Kota Payakumbuh, H. Erwin Yunas, Asisten I, Yoherman, Staf Ahli Walikota, Edvidel Arda, Ketua PMI, Elzadaswarman beserta jajaran pengurus PMI Kota Payakumbuh, serta para calon pendonor dari berbagai kalangan.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Walikota menyampaikan bahwa kegiatan donor darah yang dilaksanakan PMI Kota Payakumbuh merupakan kerja nyata demi kemaslahatan masyarakat banyak.

“Kegiatan kali merupakan wujud gerak cepat yang ditunjukkan oleh PMI Kota Payakumbuh yang baru saja dilantik, sebagai bagian dari upaya menyehatkan masyarakat,” ujar Erwin Yunaz.

Dikatakan, dengan kegiatan donor darah tersebut, kiranya PMI Kota Payakumbuh bisa mengatasi persoalan masyarakat Payakumbuh dan sekitarnya dalam memenuhi kebutuhan akan darah.

“PMI bukan sekedar informasi tentang darah saja, tapi juga harus bisa menjamin ketersediaan darah, kalau bisa secara gratis, salah satunya melalui kegiatan donor darah ini,” ujar Erwin.

Dijelaskan, untuk memenuhi target darah gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, pihaknya melalui Pemko Payakumbuh akan berusaha memberi porsi anggaran khusus buat kegiatan tersebut.

“Kalau bisa di Payakumbuh tidak hanya ada Bank Darah, tapi juga PMI bisa berkantor di sini, kita usahakan dukung dengan penganggaran,” harapnya.

Wakil Walikota juga mengajak agar segenap elemen masyarakat Kota Payakumbuh yang memenuhi syarat menjadi pendonor bersedia melakukan donor darah secara rutin.

“Ayo donor darah, karena setetes darah anda sangat berarti untuk kemanusiaan,” ajak Erwin Yunaz.

Sementara, Ketua PMI Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, yang juga Kepala DKK Kota Payakumbuh, dalam laporannya mengatakan, PMI berada di tengah masyarakat agar bisa dimanfaatkan secara maksimal dalam upaya menyediakan kebutuhan darah.

“Saat ini kita memang belum bisa menyediakan darah secara gratis karena ada Perda tentang pengolahan darah, dimana membutuhkan teknologi tinggi. Hal itu membutuhkan biaya operasional,” jelas Om Zet, sapaan akrab Elzadaswarman.

Dijelaskan, pengolahan darah tersebut penting dilakukan untuk menjamin sterilisasi darah dari kemungkinan kandungan bibit penyakit bebahaya.

“Darah tidak langsung ditransfusi dari pendonor, tapi diolah dulu agar bebas dari bibit penyakit seperti HIV/AIDS, Hepatitis dan penyakit berbahaya lainnya. Nah, pengolahan itu butuh biaya,” ujar Om Zet.

Ditambahkan, “Kedepan, sesuai arahan Pak Wawako tadi, jika Pemko bersedia mengalokasikan anggaran, maka permintaan darah bisa digratiskan oleh PMI, karena biaya pengolahan sudah ditanggung APBD,” pungkas Om Zet.(est)