Fajri dan Ririn Indriani sebagai Duta Wisata Bujang jo Gadih kota Bukittinggi

0
15

Bukittinggi. Dekadepos.com.

Fajri Mahasiswa UIN Imam Bonjol dan Ririn Indriani Mahasiswi Fakultas Hukum Unand dinobatkan sebagai Duta Wisata Bujang jo Gadih Kota Bukitting gi tahun 2017 .Penobatan Duta Wisata Bujang jo Gadih itu ditandai dengan pe masangan selempang oleh Duta Wisata Bujang jo Gadih tahun 2016 pada ma lam Anugrah Pemilihan Bujang jo Gadih kota Bukittinggi tahun 2017 di Balai Sidang Hatta Bukittinggi,Sabtu (13/5) malam yang dihadiri Walikota H.Ramlan Nurmatias,Wakil Walikotra H.Irwandi.Bupati Kab.50 Kota,Irfendi Arbi, Forko pimda,Uda uni se Sumatera Barat serta undangan lainnya. Terpilihnya Fajri dan Ririn Indriani sebagai Duta Wisata Bujang jo Gadih kota Bukittinggi,Setelah melalui seleksi yang ketat dari 76 peserta yang mendaf tar mengikuti pemilihan Duta Wisata Bujang Jo Gadih Bukittinggi tahun 2017. Kepada Fajri dan Ririn Indriani diberikan hadiah sebesar 10 Juta ditambah ha diah dari berbagai sponsor serta Tropi dan sekaligus mewakili kota Bukittinggi pada ajang yang sama diTingkat Propinsi Sumatera Barat.

Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias pada kesempatan itu mengata kan,kegiatan pemilihan Duta Wisata Bujang jo Gadih ini merupakan yang ke 17 kali diadakan,berarti sudah ada 34 para duta wisata Bukittinggi, malam finalis Bujang jo Gadih ini bukanlah akhir dari kegitan,tetapi bagaimana implemenatsi dari Duta Wisata itu sendiri, dan diminta kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga agar lebih memberdayakan mereka. “Kepala Dinas Parpora agar lebih memberdayakan para Duta Wisata dalam sebuah organisasi, anak – anak inilah yang kita harapkan bagaimana mempromosikan pariwisata, karena pariwisata merupakan salah satu visi kota disamping visi lainnya sebagai kota perdagangan dan jasa, perdalam lagi penge tahaun mereka tentang Heritage Kota Bukittinggi begitupun tentang seluk be luk kota Bukittinggi, “ ujar Walikota Ramlan Nujrmatias.

Selanjutnya Ramlan Nurmatias menyampaikan, Bukittinggi sebagai kota wisata harus selalu kelihatan bersih, baik di objek wisata begitupun wc dan par kir harus sesuai dengan ketentuan. Di Bukittinggi tidak diizinkan adanya hibur an malam seperti Pub dan karaoke, kepada pemilik hotel diharuskan pegawai nya memakai pakaian tradisional sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bali,tegasnya.

Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Suzi Yanti dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini merupa kan ajang pemilihan para pemuda dan pemudi yang punya komitmen untuk memajukan kepariwisataan Kota Bukittinggi yang nantinya akan diberi peran dalam mempromosikan Bukittinggi di berbagai iven baik lokal maupun nasional. Terpilihnya 10 finalis malam ini telah melalui beberapa tahap seleksi yang diawali dengan tes wawancara kepada 76 peserta yang mendaftar, tes ter tulis dan penampilan bakat yang dimiliki dan setelah itu dilakukan karantina selama 4 (empat) hari pada tanggal 8-11 Mei yang lalu, ujarnya.

“Kepada Bujang jo Gadih yang terpilih berhak untuk mewakili Kota Bukit tinggi pada ajang yang sama di tingkat Sumatera Barat yang akan dilaksanakan pada bulan Nopember mendatang di Kota Padang, semoga saja nantinya Fajri dan Ririn akan dapat membawa harum nama Kota Bukittinggi di Tingkat Suma tera Barat dan bahkan Nasional,” harapnya.

Mereka yang keluar sebagai pemenang pada Malam Anugerah Pemilihan Bujang Jo Gadih 2017 adalah Bujang 2017 Fajri, Gadih 2017 Ririn Indriani. Bu jang Wakil I Angga Septiawan, Gadih Wakil I Indah Fajriani, Bujang Wakil II Arif Harri Budiman, Gadih Wakil II Oci Oktavia, Bujang Favorit Rudi Famela, Gadih Favorit Melvina Alfinda, Duta Intelegensi Lailatu Sa’diah dan Duta Persahabat an Yusuf Galih Sultana. Disamping memperoleh Tropi, Piagam dan uang tunai pemenang juga memperoleh hadiah dari sponsor.

Sedangkan  yang bertindak selaku dewan juri adalah Drs.Melvi,M.Si (Pe merintahan dan Pengetahuan Umum), Dr.Azrul Jamaan (Adat dan Budaya Mi nangkabau), Roni Falian,S.Stpar, Miss Men (Bhs.Inggeris), Wendy Chandra (Etika dan Kepribadian) serta Juri Tamu Syamsir Okraindi (Bujang 2009) dan Hirzi Hapsari (Gadih 2013). ( Aldo )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here