Family and Society Gathering Warga LPKA Berlangsung Haru

0
133
Puluhan Warga Lembaga Pembinaan Khusus Anak/LPKA (Lapas Anak dan Perempuan.red) Propinsi Sumatera Barat di Tanjung Pati Saat Membasuh Kaki Orang Tua Mereka Dalam Rangkaian Kegiatan Family and Society Gathering.

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Puluhan orang tua dari warga Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak/LPKA (Lapas Anak dan Perempuan.red) Propinsi Sumatera Barat di Tanjung Pati Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota tak kuasa menahan air mata saat anak-anaknya bersimpuh sambil membasuh kaki mereka, deraian air mata kian menjadi saat anak-anak yang merupakan warga Binaan itu berpelukan sambil meminta maaf ampunan serta restu kepada orang yang telah melahirkan dan membesarkan mereka.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dari Family and Society Gathering yang digelar di Aula LPKA Selasa 17 April 2018. Kegiatan itu juga digelar serentak di seluruh LPKA yang ada di Indonesia. Kepala LPKA, Agus Rahmatamin didampingi Kasi Registrasi, Agusman, Kasi PPD, Darisman, Kasi Pembinaan, Masri Fabrar Mengatakan bahwa Family and Society Gathering yang digelar diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi puluhan warga Binaan khusus anak yang tengah menjalani masa pembinaan, sehingga saat mereka keluar nanti dapat kembali ketengah-tengah masyarakat dan tidak mengulangi lagi perbuatan yang menyebabkan mereka harus menjalani di Lembaga Pembinaan yang masih didominasi oleh mereka yang tersandung kasus Narkoba itu.

” Dengan kegiatan yang kita gelar ini kita harapkan mampu memberikan motivasi dan dukungan bagi warga Binaan khusus anak, sehingga mereka dapat terus menjalani pembinaan dengan baik dan nantinya setelah keluar bisa kembali ke tengah-tengah keluarga dan masyarakat tanpa mengulangi perbuatan mereka.” sebutnya Selasa sore 17 April 2018.

Selain membasuh kaki kedua orang tua, juga dilaksanakan khatam Al-quran serta kegiatan Melukis diatas Kanvas, yakni para warga Binaan khusus anak Melukis diatas bahan kain belasan meter yang ditempel di dinding Aula.

Masri Fabrar juga menambahkan, dari 25 orang anak yang di bina di LPKA 10 orang diantarannya telah khatam Al-Quran selama menjalani pembinaan. Dengan adanya kegiatan Family and Society Gathering juga diharapkan awal dari kebaikan untuk masa depan anak-anak yang dibina disana, sehingga mereka dapat diterima kembali saat pulang ke tengah-tengah masyarakat. Hingga saat ini, dari 25 orang warga binaan LPKA Anak, masih didominasi oelh merekatka yang sebelumnya tersandung kasus pencurian, meski ada juga kasus Narkoba.

Sementara itu, Kepala BKKBN Kabupaten Limapuluh Kota, Yeni Elfi dalam sambutannya mengatakan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh anak yang kini dibina di LPKA bukanlah hanya kesalahan mereka saja, namun juga kesalahan orang tua. “ Mereka disini, bukan saja akibat kesalahan mereka, namun juga peranan dan perhatian orang tua yang mungkin  kurang dalam mendidik dan mengasuk anak-anak. Semoga kedepan mereka dapat diterima kembali ke tengah-tengah masyarak.”. ujarnya. (Est)