Forum Peduli Masyarakat Pasaman Barat Bantu Sosialisasi Penyelesaian Sangketa Lahan

0
120

PASBAR, Dekadepos.com

Polemik sengketa lahan di Pasbar terus mencuat ke permukaan, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat nasional. Sengketa lahan ini membutuhkan kerjasama dari tokoh adat dan aparatur pemerintahan dan aparatur keamanan di Pasaman Barat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Edison Zelmi didampingi Kabid Kewaspadaan dan Pembinaan Masyarakat Yosmar Difia kemarin (15/9) di Gedung Pertemuan Pemda Pasbar. Kegiatan yang digelar dengan mengundang beberapa tokoh adat di Pasbar diharapkan bisa mencari titik temu sengketa lahan di Pasbar.

Sengketa lahan yang sudah mulai menampakkan ketidakharmonisan umumnya dinominasi oleh perusahaan dan Koperasi Unit Desa. Jika polemik ini tidak ikut campur tokoh adat dalam penyelesaiannya, maka persoalan akan terus berlarut-larut.

“Sama-sama kita ketahui bahwa persoalan sengketa lahan di Pasbar sudah cukup banyak. Persoalan muncul ketika antara perusahaan dengan masyarakat sudah berbeda kepentingan. Tentunya ini menjadi citra buruk di Pasbar dan masyarakat juga tidak nyaman. Tugas kita sebagai Pemda tentu tidak akan persoalan ini mengalir begitu saja,”kata Edison Zelmi.

Ia menekankan, tokoh adat memiliki peran penting di masyarakat. Sebab, sebagai niniak mamak tentunya suara akan didengar oleh kemenakan. Selain itu, tokoh adat juga harus bisa mengayomi masyarakat agar merasa ada tempat bermusyawarah sebelum perkara dibawa ke ranah hukum.

“Persoalan sengketa lahan ini muncul ketika generasi atau keturunan sudah beberapa keturunan,”urai Edison Zelmi.

Sementara itu, Daulat Parit Batu Hendri Eka Putra menjelaskan tokoh adat selama ini tidak terlalu diperhitungkan oleh perusahaan. Padahal tokoh adat memiliki peran yang sangat penting  ditengah masyarakat.

“Tokoh Adat harus ambil bagian dalam menyelesaikan sengketa lahan di Pasbar”kata Hendri Eka Putra.

Dia siap sebagai garda terdepan dalam membantu menyelesaikan sangketa secara adat di Pasaman Barat jika dibutuhkan.

Waka Polres Pasbar Kompol Sukirman yang menjadi narasumber juga sepakat penyelesaian sanketa lahan di Pasaman Barat, diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat dan win-win solusi. ” Para pihak terkait harus duduk bersama mencari format penyelesaian sangketa tanah yang ada di Pasaman Barat. BPN adalah ahlinya sesuai dengan undang-undang negara,” sebut Sukirman.

Acara dengan tema Harmonisasi tokoh adat dan aparatur pemerintahan dan aparatur keamanan menghadirkan sekitar 100 peserta dari ninik mamak, aparat TNI, Babinsa, dan tokoh masyarakat. (Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here