FPMP Sumbar-Kemenag Bina Dai dan Mubaligh di Payakumbuh

0
54

Payakumbuh, Dekadepos.com

Forum Peduli Masyarakat Sumbar bekerjasama dengan Kementrian Agama Kota Payakumbuh, Jum’at 20 April 2018, melakukan kegiatan Pembinaan Mubaligh dan Da’I se Kota Payakumbuh bertema “Peran, Fungsi Mubaligh dan Khatib Dalam Menyikap Persoalan Ummat di Kota Payakumbuh”, kegiatan itu digelar di Aula Kantor Kemenag Jalan Pahlawan Kota Payakumbuh.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 100 (seratus) orang dari unsur Mubaligh, Da’i, Kementrian Agama Payakumbuh, MUI, Polresta Payakumbuh dan LKAAM Kota Payakumbuh, dengan narasumber Kepala Kementrian Agama Kota Payakumbuh, Drs. H. Asra Faber, MM, Aguswan Rasyid, Lc, MA, Ph.D (Mubaligh) dan Kasat Binmas Polresta Payakumbuh (AKP. Erman, SH, MH).

Drs. H. Asra Faber, MM mengatakan Peran Dai/Mubaligh Dalam Mengatasi Berbagai Persoalan Keummatan untuk mengajak manusia ke jalan agama dengan hikmah dan pengajaran yang baik.

Sementara, Aguswan Rasyid, Lc, MA, Ph.D dalam “Materi dan Metode Dakwah di Era Globalisasi”, mengatakan tujuan utama dakwah adalah mewujudkan kebahagian serta kesejahteraan hidup manusia  di dunia dan akhirat yang diredhai oleh Allah, yang dilandasi oleh aqidah yang benar, amal saleh serta menjauhi dan meninggalkan larangan-laranganNya.  Da’i atau muballigh yang bijak juga harus mengetahui materi-materi dakwah yang akan disampaikan kepada masyarakat.

AKP. Erman, SH, MH, Kasat Binmas Polresta Payakumbuh dalam materi  “Kode etik dakwah ditinjau dari segi hukum Negara”, mengatakan istilah kode etik lazimnya merujuk pada aturan – aturan atau prinsip – prinsip yang merumuskan perlakuan benar dan salah. Secara umum etika dakwah itu adalah etika islam itu sendiri,di mana secara umum seorang pendaakwah harus melakukan tindakan – tindakan yang terpuji dan menjauhkan diri dari prilaku – prilaku yang tercela. Dalam berdakwah terdapat beberapa etika yang merupakan rambu – rambu etis juru dakwah, sehingga dapat dihasilkan dakwah yang bersifat responsif. (Est)