Gagal Diberangkatkan, Calon Jamaah Umroh Tuntut Kembalikan Uang

0
435

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Persoalan jemaah umroh yang gagal dibekarangkan pihak travel umroh kembali terjadi di Sumbar. Kali ini kegagalan biro swasta perjalanan memberangkatkan jemaah umroh tepat waktu itu, menimpa puluhan jemaah asal Kota Payakumbuh, Kabupaten Agam dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Sempat dua kali dijanjikan berangkat oleh perusahaan biro perjalanan PT AKH, namun janji untuk memberangkatkan puluhan jamaah umroh itu selalu gagal.

Tidak menerima janji-janji dari biro perjalanan perusahaan PT AKH, puluhan jamaah mendatangi Polres Payakumbuh, Senin (19/3) siang. Jemaah umroh sebanyak 26 orang itu, akhirnya menuntut  pihak biro perjalanan PT AKH untuk mengganti uang yang sudah disetorkan jemaah umroh senilai Rp 25 juta perorang.

“Jemaah menuntut uang dikembalikan. Masing-masing jemaah sudah menyetor seluruh uang keberangkatan senilai Rp 25 juta. Kemudian jemaah juga sudah menyerahkan paspor kepada perusahaan untuk pengursan visa keberangkatan. Tapi sampai hari yang dijanjikan kami tidak kunjung berangkat,” jelas salah seorang jemaah umroh, M. Nur di aula pertemuan Polres Payakumbuh, Senin (19/3) siang.

Disampaikan M. Nur, puluhan jemaah umroh ini sudah siap untuk berangkat. Proses manasik umroh juga sudah dilakukan jemaah, dan saat janji keberangkatan kedua pada 1 Meret 2018 lalu, sebagian jemaah sudah siap berangkat dan sudah membawa barang bawaan ketempat kumpul, di Kota Payakumbuh.

“ Awalnya jemaah dijanjikan berangkat pada 13 Februari 2018, kemudian diundur rencananya pada 27 Februari, tetapi dua hari sebelumnya pihak biro perjalanan memberitahu bahwa keberangkatan pada 1 Maret. Sampai waktu yang dijanjikan, kami tidak kunjung berangkat, sampai kini,” sebut M. Nur.

Disampaikan M. Nur, pihak biro perjalanan menyampaikan alasan bahwa pada tanggal 13 Februari batal berangkat disebabkan ada dua visa jamaah yang belum selesai. Kemudian sampai pada tanggal satu ditunggu penyelesaian pembuatan visa dua orang jemaah, bila tidak siap jemaah yang sudah memiliki visa akan diberangkatkan dan yang belum akan diundur keberangkatannya.

“Alasannya pengurusan visa belum selesai. Jadi menunggu visa selesai dijanjikan berangkat pada 1 Maret, tetapi tidak kunjung berangkat hingga saat ini. Tentu jemaah yang sudah siap berangkat sangat kecewa dan selalu menelpon pihak biro perjalanan, tapi nomor ketika itu tidak aktif, sehingga saya berangkat ke-Jakarta untuk menemui pemilik PT AKH,” jelas M.Nur.

Dimediasi pihak Kepolisian Polres Payakumbuh di aula Polres setempat, pemilik PT AKH, Afwan, dihadapan puluhan  jemaah umroh, mengaku bertanggungjawab dan akan mengganti uang jemaah utuh.

Meski begitu, Afwan, memohon kepada puluhan jemaah umroh untuk melunasi uang Rp 25 juta perorang selama dua bulan paling lambat. Kemudian paspor jemaah yang sudah diserahkan untuk pengurusan visa keberangkatan dijanjikan akan dikembalikan dalam waktu dekat.

“Saya secara pribadi memohon maaf kepada seluruh jemaah. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, tetapi saya karena sangat percaya kepada teman sehingga uang yang saya serahkan untuk kebarangkatan ini dibawa kabur. Jadi saya berjanji akan mengganti seluruh uang jemaah dalam waktu dua bulan ini.

Ambo kembalikan dana kasadonyo, tapi ambo mohon beri ambo waktu, ambo baru ka Tagak tapi lah tasandung. Dalam waktu dakek, dan secepatnya akan ambo ganti. Ambo minta waktu 2 bulan paling Lamo. Ambo buek surek perjanjian, ambo Ndak Ngin menghilang atau lari dari janggungjawab,” sebut Afwan kepada puluhan jemaah.

Afwan, juga menyebut jika dalam waktu dua bulan ternyata uang para jemaah tidak dikembalikan, maka dirinya akan menyerahkan diri kepada Polisi untuk mempertanggungjawabkan dana seluruh jemaah umroh. “Jika tidak saya tepati janji saya dua bulan ini, saya akan menyerahkan diri dan siap bertanggungjawab secara hukum,” jelasnya kepada wartawan. (dst)