Gaji tak Dibayarkan, Puluhan Kontraktor Pekerja Tiang Sutet ‘Seruduk’ Kantor PLN

0
345

Bukittinggi.Dekade Pos.com.

Puluhan orang dari Kontraktor pekerja tiang Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet) Milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan Area pengerjaan dari Kiliran Jao Kabupaten Sijunjung sampai ke daerah Payakumbuh mendatangi Kantor PLN cabang Bukittinggi yang berada di Belakang Balok, kemarin.

Kedatangan Para Kontraktor yang ke dua kali itu untuk menuntut gaji pekerja yang belum dibayar oleh pihak PLN. Karena belum dibayarkan pihak PLN, maka pekerja tersebut menuntut kepada kontraktor untuk meminta kepada yang berwenang.

Beberapa utusan dari beberapa kontraktor mendatangi Kantor Cabang PLN Bukittinggi,dengan maksud meminta kejelasan terkait keuangan mereka yang belum terbayarkan oleh pihak PLN. Menurut salah seorang utusan kontraktor Jhon Akbar mengatakan ,pihaknya selalu dituntut oleh para pekerja yang mereka rekrut karena hingga saat ini gaji hasil jerih payah para pekerja belum diterima.

Jhon Akbar menambahkan,pihaknya telah mencoba melakukan koordinasi dengan pihak General Manager dari PLN melalui aplikasi WhatsApp serta viatelepon,namun tidak ada jawaban ataupun respon dari pihak PLN itu sendiri,sedangkan para pekerja telah menuntut kepada kontraktor.

“Kami datang kesini,selain untuk meminta hak kami sebagai kontraktor agar diberikan,juga meminta perlindungan karena kami tidak tahu lagi jawaban apa yang harus kami berikan kepada pekerja yang sudah lama menuntut haknya ,”ujar Jhon.

Menurutnya, laporan terkait belum terimanya hak mereka ini,sudah pernah disampaikan kepada PLN yang ada di Bukittinggi ini,namun saat itu tidak ada respon dari pihak yang bersangkutan. Dengan itu,mereka mencoba melapor langsung ke Kantor PLN yang ada di Medan Sumatera Utara.

“Di Medan juga tidak mendapatkan respon sedikitpun dari pihak PLN yang kami temui itu,makanya kami datang lagi ke Bukittinggi ini,berharap dapat respon yang mengarah.Jika itu tidak diindahkan,kami akan menunggu disini sampai ada jawaban yang akurat dari pihak PLN karena kami sudah bosan dijanjikan,”jelas Jhon Akbar.

Sementara itu,pihak PLN Cabang Bukittinggi menyebutkan,pihaknya telah membayar atas pekerjaan ini sekitar 35 sampai 40 persen. Cuma pekerjaan ini masih dalam pemeriksaan kejaksaan dan itu atas laporan dari manager dari milik PLN sendiri,untuk dilakukan Audit dari TP4D.

Dijelaskannya, TP4D merupakan Tim Pengawal dari pembangunan daerah dari kejaksaan. Karena pandangan dari manajemen ada terdapat kejanggalan,maka pihaknya langsung melapor kepada kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan serta pengawalan terhadap pekerjaan ini.

Menurutnya,yang bertanggung jawab atas pembangunan tower dijalurKiliran Jao hingga Payakumbuh ini yaitu Rhmadhani Wahono,yang langsung ditunjuk oleh General Manager sebagai Satri Representatif yang langsung diangkat dari pihak PLN untuk mengawasi bagaimana jalannya pengerjaan tower ini.

“ Jumlah tower yang sedang dikerjakan itu sekitar 372 unit,kontraktor tentang pekerjaan ini ada di Medan,untuk itu kita tidak tahu terkait berapa dana yang dikeluarkan untuk pekerjaan tower sebanyak 38 titik tersebut,”ujarnya

Ia menyebutkan,pekerjaan itu ada tiga keterkaitan,yakni PLN Kontraktor dan Pekerja.Jadi,tidak semuanya diserahkan kepada PLN tapi juga kepada kontraktor yang mengambil alih tentang proyek ini,”ini merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya pihak PLN saja,”tukas.

Untuk saat ini,solusi yang bisa diberikan oleh pihak PLN hanya berdasarkan dari hasil tim audit nantinya.Pekerjaan ini akan di Potong dahulu dengan cara,mana yang pekerjaan baru dan mana pekerjaan yang tergolong lama. Hanya hasil dari tim audit yang sedang melakukan pemeriksaan terhadap kasus ini,akan menghasilkan jawaban dari kasus ini. ( Aldo )

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here