Gempar, di Payakumbuh Rampok Bersenpi Beraksi Siang Bolong

0
53

Kota Payakumbuh gempar. Seorang rampok bersenjata api beraksi di siang bolong. Korbannya seorang pemilik kedai harian bernama, Fitri i (28) yang berjualan di  jalan lingkar Utara, By Pass, Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh.

Informasi yang diperoleh, aksi perampokan yang dilakukan seorang laki-laki berjaket hitam mengenakan helm tertutup wajah tinggi badan sekitar 175 cm mengendarai sepeda motor yang tidak diketahui nomor polisinya itu terjadi Jum’at (3/2) sekitar pukul 13.00 Wib. Namun, informasi pendongan dengan senjata api ini baru diketahui media Rabu (8/1) setelah mendapat kabar dari masyarakat.

Menurut keterangan suami korban, Rio (29) kasus perampokan itu terjadi saat kaum laki-laki sedang khusuk melaksanakan Sholat Jum’at di Masjid. Saat itu hanya istrinya Fitri yang ada dikedai.

“ Tiba-tiba datang seorang pria mengendarai sepeda motor hendak membeli air Aqua botol. Setelah membayar Aqua itu, pelaku  yang menggunakan kenderaan roda dua jenis matic itu pergi keluar kedai. Namun dalam waktu berselang satu menit, kemudian ia tiba-tiba kembali masuk untuk membeli rokok,” ungkap Rio.

Saat mengambilkan rokok itulah pelaku menodongan senjata api jenis pistol kearah badannya.

Sontak saja, Fitri gemetaran dan pada saat itu pelaku meminta ” mana kunci laci” karena tidak ingin terjadi apa-apa dengan dirinya, Fitri memberikan kunci laci tempat penyimpanan uang hasil jualan kepada pelaku.
Ketika hendak mengambil uang dilaci itu, tiba-tiba pelaku dikagetkan dengan datangnya seorang tetangga kedainya yang juga seorang wanita bernama Lisa. Kepada Lisa, pelaku juga mengancam dengan menodongkan Senpi dan meminta diam.
Tidak lama kemudian, pelaku mengambil seluruh uang dalam laci kadai Fitri, kemudian lari keluar dan langsung naik motor maticnya untuk kabur kerah Ngalau Indak jalan Sukarno Hatta Kota Payakumbuh.

“Memang sampai kini istri saya masih trauma, bahkan tidak lagi berani seorang diri menunggu warung ini. Kalau biasanya ketika saya belanja atau beperian untuk keperluan lainnya dia sendiri menunggu warung ini. Tapi sejak kejadian itu, saya jika hendak pergi harus menutup warung dulu,” jelas Rio, suami dari Fitri, Rabu (8/2) bercerita kronologis peristiwa naas yang dialami isteri tercintanya.
Disampikan Rio, sesuai cerita istrinya pelaku yang datang itu memiliki baju dan jeket warna hitam dengan wajah tertutup helm warna hitam. Kemudian bahasa pelaku kepada pemilik Kadai, menggunakan dialeg daerah Kota Payakumbuh asli, dan tinggi badan pelaku diperkirakan mencapai 175 cm, serta menggunakan Senpi warna Silver dengan motor matic.
Dia berharap, ketenangan masyarakat Kota Payakumbuh bisa lebih terjaga dimasa datang. Sehingga kejadian seperti yang dialami istrinya tidak terjadi pada masyarakat lainnya yang berusaha. “Kita berharap pelaku usaha di Payakumbuh bisa aman dan tenang. Ya, tentu kita harapkan pelaku bisa ditangkap agar tidak meresahkan masyarakat lainnya,” jelas Payakumbuh.
Dia juga menyebut, peristiwa yang dialaminya sudah disampaikan kepada Babinkamtibmas dan Lurah Talang. “Setelah kejadian, kita sudah sampaikan kepada Babinkamtibmas, kemudian juga diketahui oleh Lurah Talang,” sebutnya.
Lurah Talang, Gusmardi, menyebut bahwa peristiwa penodongan senpi kepada warganya menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat kaum pria sedang melakukan sholat Jumat.

“Jadi kita berharap terutama bagi pemilik warung dan toko untuk bisa tutup ketika sedang sholat jumat untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan. Kemudian kita meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.
Kapolres Payakumbuh AKBP Kuswoto melalui Kapolsekta Payakumbuh Kompol Russirwan, menyebut, sudah mengetahui kejadian ancaman penodongan pemilik warung harian dengan Senpi. Namun, pemilik warung sebut Russirwan, tidak melapor kepada Polsek dan Polres Payakumbuh.
Namun demikian, beberapa jam setelah kejadian, disampaikan Russirwan, Babinkamtibmas Kelurahan Talang Brigadir Hasan, sudah datang kelokasi kejadian. “Babinkamtibmas Brigadir Hasan sudah datang kelokasi, namun begitu kita juga akan meminta keterangan dan cerita lengkap kronologis kejadian kepada korban,” jelas Kompol Russirwan yang akrab disapa Ayah itu. (Esha Tegar)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here