Gerakan Shubuh Berjamaah di Payakumbuh, Hidayatullah : Jemaah adalah Kekuatan

0
168

Payakumbuh, Dekadepos.com

Ketua MUI Kab. Sijunjung H. Hidayatullah Lc. MA memberikan tausiayah dalam Gerakan Shubuh Berjamaah (GSB) bersama warga di Mesjid Muslimin Labuah Baru Kelurahan Kubu Tapak Rajo Kecamatan Payakumbuh Utara (12/03). Ratusan warga luak limopuluah padati mesjid berlantai 2 yang terletak di pusat pasar Payakumbuh ini, tampak hadir dalam kegiatan ini PAIF yang bergabung dengan jemaah shubuh lainnya.

Setelah pelaksanaan shalat shubuh berjemaah, pengurus mesjid Ery Burhan yang juga kepala MDA dan ketua FKDT Kota Payakumbuh melaporkan, kegiatan GSB ini akan tetap digelar setiap minggunya. “ Terima kasih kami ucapkan kepada Ketua MUI Kab. Sijunjung H. Hidayatullah yang telah bersedia hadir dalam kegiatan ini. Mari kita tingkatkan ukhuwah islamiyah melalui wadah yang telah disediakan umara’ dan ulama bersama masyarakat serta pengurus mesjid. Semoga Allah SWT memberkahi negeri kita ini,”.Ucapnya

Ketua MUI Kab. Sijunjung H. Hidayatullah memaparkan pentingnya menjaga jamaah, sebagaimana diterangkan Allah dalam QS. Al Hasyr (59) : 14 dan QS. Al Ahzab (33): 67-68.
Membangun komitmen berjamaah/kebersamaan seseungguhnya refleksi dari keimanan. Dalam al-Quran tidak ada satu pun ayat yang diserukan kepada orang beriman secara individu (infiradi), tetapi secara sosial (jama’i). “Ya ayyuhalladzina amanu”, tidak “ya ayyuhal mukmin”. Manusia pada dasarnya adalah makhluk social (makhluk madani). Bahkan sesungguhnya inti keislaman kita di antaranya diukur dari ketrampilan dalam menjalin komunikasi (ad Din huwal mu’amalah).

Ketika pergaulan yang kita bangun selama ini (bermu’amalah dan bermua’asyarah), tidak melahirkan kultur ta’aruf (saling kenal-mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awun (saling bersinergi), tarahum (saling menyayangi), takaful (saling menanggung), ta-akhi (saling bersaudara), al Mawaddah fil Qurba (kecintaan kekerabatan), sesungguhnya kita membangun ikatan yang paling lemah dan sangat rapuh. Termasuk adanya rasa empati terhadap sesama, musibah, cobaan, ujian yang terjadi saat ini di Indonesia, khusunya Sumatera Barat, mestinya kita jadikan untuk memuhasabah dan menghisap diri dalam mengabdikan diri kepada Allah SWT. Mari jadikan kegiatan ini untuk memotivasi kita untuk selalu shalat berjamaah dan hal makruf lainnya, ajak Hidayatullah.

Kesempatan GSB ini juga diadakan penggalangan dana untuk korban bencana yang terjadi di Kabupaten 50 Kota yang difokuskan pada bantuan pemulihan setelah bencana. Rencana pengurus diprioritaskan pada bantuan alat tulis dan pakaian seragam siswa serta pemulihan psikologi terhadap anak-anak dengan memberikan pengajian agama. egiatan ditutup dengan sarapan pagi bersama H. Hidayatullah. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here