Gugatan Rp83 Milliar Kepada Pemko Kandas di PN Payakumbuh

0
235
PN Payakumbuh menggelar sidang perdata gugatan ganti rugi tanah senilai Rp 83 M yang diajukan kelompok masyarakat kepada Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-

Perjuangan 14 orang pemilik tanah melalui penasehat hukumnya, Faisal Munir,SH, menuntut ganti rugi kepada Pemko Payakumbuh senilai Rp 83 Mlliar lebih melalui gugatan perdata yang diajukan di Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh, atas dampak pembangunan normalisasi Batang Sinamar menuju Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bendungan Talawi, kandas ditangan majelis hakim PN Payakumbuh.

Pasalnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh dipimpin hakim ketua Jarot Widiatmono,SH didampingi hakim anggota, Agung Darmawan, SH dan Neli Agustin, SH, dalam sidang lanjutan, Rabu (8/11) memutuskan untuk menolak gugatan perdata yang diajukan kelompok masyarakat tersebut.

Sesuai Undang-undang, pengajuan perkara atas nama kelompok harus jelas materi gugatannya. Demikian juga halnya gugatan ganti rugi tanah yang diajukan kelompok masyarakat terkait ganti rugi tanah terhadap pembangunan normalisasi Batang Sinamar menuju Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bendungan Talawi, tidak jelas berapa luas tanah yang digugat serta berapa luas masing-masing anggota kelompok.

Melalui pertimbangan tidak jelasnya meteri yang digugat, sehingga majelis hakim PN Payakumbuh yang menyidangkan perkara tersebut mengambil keputusan untuk menolak gugatan yang diajukan kelompok masyarakat melalui penasehat hukumnya Faizal Munir, SH karena gugatan yang diajukan atas nama kelompok dinilai majelis hakim tidak tepat.

“ Atas putusan yang diajukan majelis hakim, pihak penggugat diberi kesempatan untuk mengajukan banding atau upaya hukum ketingkat yang lebih tinggi dalam rentang waktu 14 hari ini,” ujar seorang majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut, kemarin.

Seperti diwartakan sebelumnya, Pemko Payakumbuh Cq Walikota Payakumbuh dan Cq Dinas Pekerjaan Umum Kota Payakumbuh digugat oleh kelompok masyarakat melalui kuasa hukumnya Faisal Munir,SH untuk membayar ganti rugi kepada penggugat berupa kerugian materil sebesar Rp. 81.858.000.000,- (Delapan Puluh Satu Milyar Delapan Ratus Lima Puluh Delapan Milyar Rupiah) dan kerugian immaterial sebesar Rp. 2.000.000.000,- (Dua Milyar Rupiah) atas Perkara Perdata dengan Nomor 23/Pdt.G/2017/PN Pyk.

Sebelum kelompok masyarakat tersebut melakukan gugatan, warga setempat sudah dua kali melakukan protes kepada Pemko Payakumbuh dengan cara memblokir dan menyegel jalan menuju RTH Bendungan Talawi tersebut. Namun Pemko tidak merespon dan malah menyatakan pembangunan RTH itu sudah sesuai dengan tata ruang. (est)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here