HAMILI PACAR, TUKANG SATE NGELES: Setelah Anak Lahir, Baru Ngaku

0
29

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Nasi sudah jadi bubur. Begitulah kira-kira pepatah yang pas dilekatkan pada Tanjidin (17) (nama samara, red) seorang pedagang sate yang beralamat di Kecamatan Payakumbuh Barat. Apa yang ia perbuat selama ini, bakal berakhir di balik jeruji besi.

Kisah cinta Anak Baru Gede (17) yang tidak tamat SD itu dengan sang kekasih Marasai (15) sudah tidak pantas lagi untuk diceritakan, meski baru beberapa bulan saling mengenal, namun mereka telah berulang kali melakukan hubungan layaknya suami istri.

Alkisah, Marasai pun akhirnya hamil diluar nikah, perutnya terus membesar. Karena tidak bisa memendam “rahasia kehamilan” akhirnya orang tua Marasai mengetahui perihal kejadian yang tak diinginkan itu.

Karena terus didesak, Marasai tak bisa lagi mengelak, ia hanya bisa pasrah. Ia akhirnya menyebut nama Tanjidin sebagai pria yang selama ini sering “membawanya terbang ke langit” hingga berbuah kehamilan.

Orang tua Marasai, lantas melapor ke pihak kepolisian. Dari laporan pada tanggal 2 September 2010 itu, Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Payakumbuh melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) mulai melakukan penyelidikan, termasuk melakukan pemanggilan kepada Tanjidin. Dari beberapa kali pemeriksaan yang dilakukan, Tanjidin mengelak menghamili gadis pujaannya itu.

” Dari beberapa kali pemeriksaan yang kita lakukan, terlapor (Tanjidin,red) tetap mengelak telah menghamili sang pacar. Hingga akhirnya ditunggu sampai Marasai melahirkan. Dan dilakukan tes DNA, hasilnya, cocok/identik bahwa orang tua atau ayah biogis bayi yang dilahirkan Marasai adalah Tanjidin,” sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto melalui Kasat Reskrim, Iptu. Wawan Darmawan didampingi KBO Reskrim, Iptu. Eldi Viarso dan Kanit PPA Hendra Gunawan, Rabu (5/4).

Iptu. Wawan juga menambahkan, setelah dilakukan gelar perkara dan memenuhi unsur, dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Tanjidin. Hingga ia akhirnya ditetapkam sebagai tersangka dalam kasus dugaan persetubuhan dengan anak dibawah umur.

Saat menjalani pemeriksaan pada Selasa (4/4) tersangka Tanjidin, mengakui bahwa telah 7 kali melakukan perbuatan layaknya suami istri / asmara purba dengan Marasai. ” Sudah sering kali kami melakukannya pak, kadang di gang-gang di Pasar Payakumbuh, kadang dirumah orang tua Marasai di Kecamatan Harau,” aku Tanjidin kepada penyidik PPA.

Hingga kini, Tanjidin harus mendekam di sel Mapolres Payakumbuh, sementara Marasai harus membesarkan bayi laki-lakinya seorang diri, sebab Tanjidin terancam hukuman 15 tahun penjara karena melanggar pasal 81 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (esa tegar)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here