Harga Gas LPG 3 Kg Naik Drastis, Warga Miskin Makin Menjerit

1
229

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-

Melambung tingginya harga Gas LPG 3 KG ditingkat pengecer hingga Rp 25 ribu pertabung, menambah derita kaum miskin. Cita-cita kompersi dari Mita ke-Gas seakan menimbulkan derita baru.

Biasanya Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas LPG 3 KG Rp 17 ribu, kini malah melambung tinggi. Bukan sekedar mahal, tetapi masyarakat miskin kini juga makin sulit mendapatkan Gas LPG 3 KG dipangkalan dan pengecer.

Kini masyarakat miskin makin cemas dan khawatir, kelangkaan dan mulai mahalnya Gas LPG 3 KG seakan menjadi pertanda akan dicabutnya supsidi Gas LPG 3 KG untuk warga miskin. Munculnya tabung menengah warna Ping isi 5 KG menambah keyakinan jika masyarakat yang biasa menikmati Gas LPG 3 KG disaat Gas LPG 3 KG dicabut ada pilihan.

Salah seorang masyarakat Dodi, saat membeli Gas Subsidi 3 KG di pengecer Kamis (19/10) siang membeli dengan harga RP 25 ribu. Dia mendapatkan Gas itu setelah berkeliling mencari keberbagai tempat.

“Meski harganya mahal terpaksa dibeli, daripada tidak masak sambal. Yang kami sesalkan disamping harganya mahal, juga sulit didapat. Kalau biasanya saya membeli hanya Rp 17 ribu, sekarang karena langka jadi naik tinggi,” sebutnya disela-sela membeli Gas LPG 3 KG.

Dia berharap agar Pemerintah bisa mengawasi pendistribusian Gas LPG 3 KG ini agar tepat sasaran. Jangan sampai sebutnya, Gas Subsidi 3 KG malah dinikmati industri, pabrik dan pengusaha lainnya yang tidak seharusnya memakai barang subsidi untuk warga miskin.

Beberapa waktu lalu Kabag Perekonomian Kota Payakumbuh, Julpiter menyebut akan membuat himbauan yang ditujukan kepada PNS untuk tidak menggunakan Gas bersubsidi 3 KG. Kemudian juga menghimbau kepada Agen dan Pangkalan untuk tidak menjual Gas LPG 3 KG kerayon lain.

Dia juga melihat jika distribusi Gas LPG 3 KG tidak tepat sasaran. Kelangkaan yang terjadi hingga menimbulkan harga naik, diduga disebabkan Gas LPG 3 KG dinikmati industri dan pihak-pihak yang tidak berhak menggunakan subsidi Gas LPG 3 KG.

Ketua Komisi B DPRD Payakumbuh, Chandra Setipon meminta Pemko mengawasi distribusi LPG 3 KG ditingkat Agen dan Pangkalan. Bila ditemukan terjadi pelanggaran maka harus diberikan sanksi tegas, karena telah membuat masyarakat semakin sulit.

Dia juga meminta Pemko bergerak cepat. Kemudian harus bisa menjelaskan kepada masyarakat kenapa gas LPG 3 KG ini harganya mahal, naik drastis dari Rp 17 ribu menjadi Rp 25 ribu.

“Naik Rp 8000 itu bagi masyarakat miskin itu mahal. Makanya kita minta Pemerintah Kota terutama Kabag Perekonomian harus turun, banyak berjalan, Jan banyak takalok,” sebut Ketua Komisi B DPRD Payakumbuh, Chandra Setipon Kamis (19/10) kepada awak media.

Menurutnya semangat baru setelah dilantiknya Walikota dan Wakil Walikota, harus ditunjukkan pula oleh masing-masing instansi dalam bekerja. Terutama, menyampaikan kepada masyarakat penyebab kelangkaan Gas LPG 3 KG dan solusi yang diberikan.

“Mahalnya harga Gas LPG 3 KG ini disebabkan kelangkaan. Sehingga harganya melambung drastis melebihi HET. Pemko juga harus bisa mengawasi Agen dan Pangkalan yang ada, sehingga bila terdapat penyimpangan dalam pendistribusian Gas LPG 3 KG cepat ditindak, beri sanksi atau laporkan kepada Pertamina,” pinta Politisi muda Kota Batiah itu. (est)