HEBOH BERSWAFOTO DI DEPAN KASINO SINGAPURA: Anggota DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf

0
2175
Puluhan angggota DPRD Limapuluh Kota berfoto ria di Kasino di Singapora, akhirnya minta maaf kepada warga.

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Ketua DPRD Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo didampingi Wakil Ketua, Deni Asra dan Sekwan Dharmawijaya serta Kabag Humas DPRD Limapuluh Kota, Saiful, dalam keterangan pers yang digelar, Selasa (6/3) di gedung DPRD setempat menyatakan bahwa, heboh soal foto selfie sejumlah angggota DPRD di depan kasino di Singapura, yang sempat viral di media sosial hanya sebatas berswafoto saja.

Artinya, tidak ada anggota dewan yang masuk ke dalam kasino, apalagi untuk berjudi seperti banyak pendapat warga setelah foto tersebut viral di media sosial.

Atas keteledoran sejumlah anggota DPRD Limapuluh Kota tersebut, ulas  Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Deni Astra, kami atas nama anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota menyatakan permintaan maaf kepada lapisan masyarakat, utamanya warga Kabupaten Limapuluh Kota.

Ketua DPRD Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo didampingi Wakil Ketua, Deni Asra, menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat.

Seperti dijelaskan Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Deni Astra, bahwa kepergian 16 orang anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota ke Singapura tersebut, adalah memanfaatkan masa senggang setelah jadwal kunjungan kerja (kunker) ke Kota Batam, Propinsi Kepulauan Riau selesai dilaksanakan.

“ Kepergian ke 16 orang anggota DPRD ke Singapora itu adalah kunjungan pribadi dan dibiayai dengan dana pribadi. Artinya, lawatan ke Singapura itu tidak memanfaatkan dana daerah,” ujarnya.

Diakui Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Deni Astra, kunjungan kerja ke Kota Batam telah dijadwalkan dari tanggal 19 hingga 23 Februari 2018. Setelah sejumlah kegiatan kunjungan kerja atau studi banding tersebut selesai, ada waktu kosong dan kesempatan itulah yang dimanfaatkan sejumlah anggota DPRD untuk jalan-jalan ke Singapura.

“Perjalanan ke Singapura itu hanya selama satu hari, pergi pada pagi dan sorenya kembali lagi ke Kota Batam. Jadi, tidak ada kaitannya atau yang menganggu kegiatan kunjungan kerja ke Kota Batam tersebut. ” pungkasnya. (est)