Ini Alasan Oknum Pejabat Yang ditangkap (OTT) Istri Sendiri

0
183

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Meskipun peristiwa tertangkap tangannya oknum pejabat berintial HD (52) oleh istrinya bernama Yuli Eva Rosa panggilan Upik (50) sedang berada di kamar seorang janda beranak satu artis Minang pelantun lagu ‘Tabu Sabatang’ berinitial EC (30) warga Jorong Guguak, Kenagarian Guguak VII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, kasusnya masih dalam penangganan pihak kepolisian Polsek Guguak.

Namun, oknum HD yang saat ini masih menjabat sebagai salah satu Kepala Dinas dijajaran Pemkab Limapuluh Kota itu, membantah jika dirinya tertangkap basah berduaan dengan EC di dalam kamar seperti yang diberitakan sejumlah media masa itu.

“ Benar, saat itu saya memang berada di dalam kamar EC. Tapi, saya hanya menumpang shalat. Dan, saat itu, tidak  ada EC di dalam kamar tersebut, ” kilahnya kepada sejumlah wartawan, Selasa siang (4/4) di sebuah rumah makan di Balai Panjang, Payakumbuh Selatan.

Selain membantah dirinya telah berbuat tak senonoh dengan wanita EC, mantan Sekwan DPRD Limapuluh Kota itu juga membantah bahwa dirinya sudah menikah dengan EC. “ Saya ke rumah EC bertujuan untuk memperlihatkan lagu hasil karya saya untuk dinyanyikan oleh EC. Hubungan saya dengan EC semata-mata rekan bisnis lagu antara artis dengan pencipta lagu,” ungkap HD.

Lebih jauh ditekankan HD, perihal adanya isu yang menyatakan bahwa dirinya telah tertangkap bersama wanita oleh aparat Satpol PP di sebuah hotel melati di Kota Padang, hal itu juga dibantah keras oleh HD.

“ Isu itu juga tidak benar. Akhir-akhir ini, saya sering dibully oleh orang-orang yang tidak senang dengan saya. Buktinya, ketika saya diisukan tertangkap di hotel di Padang, padahal saat itu saya sedang berada di Limapuluh Kota mendampingi Indo Jalito memberikan bantuan untuk korban banjir dan longsor. Bahkan, ketika saya diisukan digerebek masa di Padang, pada saat itu saya tugas sedang dinas ke Jakarta. Jika tidak percaya, lihat ini bukti boarding pass di HP android saya,” aku HD sambil memperlihatkan boking tiket pesawatnya.

MampaTinggi Tampek Jatuah

Perihal bantahan HD yang tidak mengakui telah tertangkap tangan berada di kamar tidur wanita EC, sangat bertolak belakang dengan pengakuan istrinya Yuli Eva Rosa panggilan Upik.

Menurut informasi yang diperoleh, sehari sebelum Upik melaporkan suaminya HD ke polisi, Rabu (29/3) sekira pukul 14.00 Wib, wanita 3 anak itu telah mempergoki HD sedang berada di dalam kamar tidur wanita EC di rumahnya Jorong Guguak, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak.

Malah, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Upik bersama dua orang temannya yang kini telah menjadi saksi di polisi yakni Sandra Deni (56) dan Rupansi (52) itu, orang tua EC sempat mengaku bahwa HD sudah menikah dengan anaknya EC dan bahkan kondisinya saat ini sedang hamil muda.

Kapolsek Guguak, AKP Akno Pelindo, ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari seorang wanita bernama Yuli Eva Rosa.

“ Benar, laporan pengaduan itu kami terima, Kamis (30/3). Namun, laporan itu sudah kami serahkan ke Polres Limapuluh Kota. Silahkan hubungi Kapolres atau Waka Polres,” pinta AKP Akno Pelindo.

Ketika sejumlah wartawan mencoba menghubungi Wakapolres, Kompol Eridal, terkait adanya laporan pengaduan seorang istri pejabat Pemkab Limapuluh Kota ke Polsek Guguak atas tuduhan suaminya telah melakukan tindak pidana poligami dan perbuatan zina dengan wanita EC, Waka Polres Kompol Eridal meminta wartawan menghubungi Kapolsek Guguk.

“ Silahkan saja hubungi Kapolsek Guguk untuk konfirmasi, “ ujar Kompol Eridal member izin untuk konfirmasi.

Kapolsek Guguk AKP Akno Pelindo yang coba dihubungi kembali untuk konfirmasi, akhirnya membenarkan pihaknya sudah menerima laporan pengaduan dari seorang wanita bernama Yuli Eva Rosa, yang telah mengadukan suaminya HD dan wanita EC melakukan tindak pidana poligami dan perbuatan zina.

“ Benar, laporan pengaduan itu sudah kita terima Kamis (30/3). Namun, saat ini, laporan pengaduan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Jika dari hasil penyelidikan ada ditemukan kebenaran terjadi tindak pidana poligami dan perbuatan perzinahan, maka akan kita tindak lanjuti ketingkat penyidikan,” ujar AKP Akno Pelindo.

Seorang tokoh masyarakat Guguak, Am Neok, berkomentar adanya bantahan HD yang mengatakan dirinya hanya menumpang shalat di kamar EC, bantahan tersebut sama halnya mampatinggi tampek jatuah.

“Setahu saya HD itu seorang pejabat tinggi dan bergelar Datuak lagi. Rasanya, sangat tidak pantas jika dia berkilah hanya menumpang shalat di kamar seorang janda. Pengakuannya justru semkain membuka tabir adanya kebenaran atas isu tersebut.Tapi, terserahlah! Itu hak hanya HD untuk berkilah. Namun ada pepatah mengatakan bahwa jangan membungkus tulang dengan daun keladi alias taleh, karena tulang pasti akan timbul ke luar,” ujar Am Neok berkomentar.

Komentar yang sama juga dilontarkan seorang pemangku adat di Limapuluh Kota, S. Dt Bagindo Bosa Nan Kayo. Menurutnya, jika ada seorang Datuak masuk ke kamar seorang janda yang bukan muhrimnya, sama halnya dengan istilah adat ‘Takuruang di Biliak Dalam”. Artinya, telah mencoreng pridikat sebagai seorang penghulu yang seharusnya menjadi panutan. “ Tegasnya, alasan HD hanya menumpang shalat di kamar wanita EC, sangat tidak masuk akal dan janggal,” tegas S. Dt Bagindo Bosa Nan Kayo.

Pertanyaannya, benarkah HD terjerat cinta terlarang dengan janda beranak satu artis Minang pelantun lagu ‘Tabu Sabatang’ bernitial EC itu? Kita tunggu saja hasil penyidikan pihak Polsek Guguak. (esa tegar)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here