INDUSTRI RUMAHAN, ASA BARU PEREMPUAN-PERMPUAN DESA MANSWAM

0
15

BIAK NUMFOR, dekadepos.com-

Desa Manswam, Kabupaten Biak Numfor, menjadi salah satu daerah di Provinsi Papua yang perempuan-perempuannya masih kurang aktif dan produktif secara ekonomi. Aktifitas utama mama-mama Papua di desa tersebut kebanyakan adalah ibu rumah tangga, sebagian kecil bekerja dengan waktu yang tak tentu seperti menjual buah pinang dan membuat cenderamata. Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) merasa perlu mendorong pemberdayaan perempuan di Desa Manswam, salah satunya dengan memberikan bantuan berupa mesin pengasapan ikan.

“Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  mendukung dan mendorong perempuan-perempuan di Papua untuk maju dengan ikut aktif dalam dunia usaha. Kemajuan itu dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti usaha olahan produk-produk dari sumberdaya yang ada. Ikan-ikan di Biak ini termasuk berkualitas bagus. Ibu-ibu harus melihat peluang ini dan menjadikannya sebagai pembuka pintu bagi kesejahteraan keluarga juga, dengan  mengembangkan industri rumahan,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise usai memberikan bantuan mesin di Desa Manswam.

Hal ini pun disambut positif oleh ibu-ibu di Desa Manswam. Antusias mereka ditandai dengan besarnya keinginan untuk mengikuti pelatihan produksi ikan asap yang akan diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Biak Numfor dalam waktu dekat serta merencanakan pengkaderan, agar lebih banyak ibu-ibu terlibat dalam membangun industri rumahan yang baru pertama kali ada di desa mereka.

“Kami berterimakasih karena dengan alat yang diberikan ibu Menteri Yohana dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kami dari ibu-ibu dapat memproduksi hasil olahan ikan dan dijual. Karena disini punya hasil ikan banyak. Termasuk suami saya, tiap hari melaut jadi hasil produksi ini bisa menambah penghasilan ekonomi dalam keluarga. Dan selama ini, perempuan-perempuan disini banyak yang menganggur meski tamat sekolah. Setidaknya bantuan ini membuka lapangan kerja baru bagi perempuan di desa kami,” ujar Meria Rangga salah satu anggota kelompok industri rumahan ikan asap.

Menurut Menteri PPPA, perempuan harus ikut terlibat dalam pembangunan di daerah mereka, misalnya dengan bersaing dalam dunia usaha. Selain partisipasi perempuan dalam bidang ekonomi meningkat, diharapkan kesejahteraan keluarga juga ikut meningkat sehingga mendorong anak-anak di Papua tetap bisa bersekolah dan dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Saat ini jumlah pelaku usaha Industri Rumahan di Indonesia mencapai 3764 di 21 Kabupaten/Kota pada tahun 2017, angka ini meningkat signifikan dari sebelumnya 2953 di 14 Kabupaten/Kota. (est/rel)