Irfendi Arbi: “Hati-hati Kelola Uang Nagari, Jangan Ada Penyimpangan”

0
161
Bupati Irfendi Arbi foto bersama dengan seluruh Walinagari, Sekretaris Nagari dan Bamus se Kecamatan Lareh Sago Halaban usai pembukaan Bimtek

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com

Wali nagari beserta perangkatnya harus benar-benar memahami peraturan dan ketentuan dalam sistem pengelolaan keuangan nagari, serta dapat mengelola keuangan itu dengan baik. Selain itu, pemerintah nagari juga diharapkan bisa membuat perencanaan yang partisipatif dan sejalan dengan perencanaan daerah.

Hal itu disampaikan Bupati Limapuluh Kota Ir. H. Irfendi Arbi, MP ketika membuka secara resmi bimbingan teknis (Bimtek) pengelolaan keuangan nagari bagi walinagari, badan musyawarah (Bamus) dan sekretaris nagari se-Kecamatan Lareh Sago Halaban di aula kantor Camat Lareh Sago Halaban di Pakan Rabaa, Jumat (29/9).

“Kita berharap dengan mengikuti Bimtek ini setiap wali nagari dan perangkat, serta Bamus nagari bisa melaksanakan tata kelola keuangan nagari dengan baik, agar nantinya tidak berhadapan dengan permasalahan hukum,” ungkap Irfendi.

Dikatakan Irfendi, bila pelaksanaan pengelolaan keuangan nagari tidak berpedoman pada peraturan perundang-udangan yang berlaku, ia khawatir pihak pemerintah nagari bisa terjerat masalah hukum. Sebab, pengelolaan keuangan itu senantiasa diawasi berbagi pihak seperti KPK, pihak Kepolisian, Kejaksaan, LSM, masyarakat dan lainnya. Apalagi kini alokasi dana nagari/desa ini cukup besar dengan jumlah rata-rata Rp1,5 milyar.

“Kita tidak ingin pengelolaan dana nagari diwarnai penyimpangan, sebab tindakan di luar ketentuan itu bisa bermuara pada aparat hukum,” ujar Irfendi.

Melalui Bimtek ini, Irfendi berharap seluruh walinagari, Bamus dan sekretaris nagari betul-betul memahami pengelolaan keuangan tersebut. “Bila menghadapi kesulitan atau kurang memahami masalah keuangan itu, silahkan berkonsultasi ke camat atau OPD terkait lainnya,” papar Irfendi.

Diakui Irfendi, mengelola keuangan nagari bukanlah pekerjaan mudah, apalagi dengan jumlah alokasi dana nagari saat ini yang cukup besar.

“Kita menyadari, beban tugas walinagari berserta perangkatnya bukanlah hal mudah. Tidak saja membuat perencanaan, namun juga melaksanakan pengelolaan keuangan, serta membuat pelaporannya,” aku Irfendi.

Pada kesempatan itu putera Koto Tangah Simalanggang ini juga meminta para perangkat nagari bisa meningkatkan kinerjanya. Sebab, honor aparat pada pemerintahan terbawah itu sudah naik hingga dua kali lipat dari jumlah tahun sebelumnya.

“Gaji kepala jorong yang sebelumnya hanya sebesar Rp900.000/bulan, sekarang sudah naik jadi Rp1,8 juta. Kita ingin peningkatan pendapatan itu diiringi dengan peningkatan kinerja,” imbuh Irfendi.

Sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Wirman Dt. Pangeran Nan Putiah dalam penyampaiannya berharap, usai Bimtek ini sinergitas walinagari dengan Bamus menjadi lebih baik lagi. Disamping itu, dengan adanya Bimtek diharapkan pula Musrenbang di tingkat nagari benar-benar singkron dengan program, serta visi dan misi pemerintah daerah.

“Dengan diadakannya pembekalan tentang pengelolaan keuangan nagari ini, kita optimis pengelolaan keuangan nagari di Kecamatan Lareh Sago Halaban lebih cepat dari nagari di kecamatan lain,” yakin Wirman.

Sementara Camat Lareh Sago Halaban Efli Zen kepada wartawan menyebut,  tujuan pelaksanaan Bimtek pengelolaan keuangan nagari itu antara lain untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada walinagari, Bamus dan sekretaris nagari .

“Dalam Bimtek ini seluruh peserta diharapkan dapat memahami tata kelola keuangan yang benar sesuai aturan berlaku,” ulas Efli Zen. (est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here