Irfendi Arbi: “Mahasiswa Diharapkan Buka Usaha Sendiri”

0
16

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Kewirausahaan penting dikembangkan di kalangan mahasiswa, agar para tamatan perguruan tinggi itu nantinya mampu membuka usaha sendiri. Sebab lapangan kerja dewasa ini semakin sedikit.

Demikian Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dalam sambutannya ketika membuka secara resmi Seminar Nasional Strategi dan Kiat Sukses Kewirausahaan Dalam Bidang Pertanian di Gedung Serba Guna Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Payakumbuh, Jumat (24/2).

“Jangan sampai tamatan perguruan tinggi itu tidak bisa apa-apa. Sebaliknya, harus memiliki jiwa berwirausaha. Salahsatu cara menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan itu adalah seminar dengan menghadirkan para pakar dan praktisi kewirausahaan,” ungkap Irfendi.

Dikatakan, selain mengikuti seminar-seminar, jiwa kewirausahaan juga dapat ditumbuhkan dengan pendidikan formal, pelatihan-pelatihan dan otodidak. Karena memiliki jiwa kewirausahaan, faktanya tidak sedikit orang yang sukses di bidang pertanian.

“Kita berharap para tamatan Politani ini bisa menjadi wirausahawan yang sukses. Untuk sukses, kita harus mempunyai kompetensi, ilmu pengetahuan, keterampilan dan motivasi untuk melakukan wirausaha tersebut” tutur Irfendi.

Lebih lanjut Irfendi menilai, Politani merupakan salahsatu perguruan tinggi perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Buktinya, mahasiswa yang menimba ilmu di perguruan tinggi ini tidak saja dari Pulau Sumatera dan Jawa, namun juga ada yang berasal dari Pulau Papua.
Putera Koto Tangah Simalanggang itu juga menyatakan mendukung program Politani Dengan adanya seminar kewirausahaan ini, mahasiswa diharapkan dapat mewujudkan kemampuan berwirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita berharap Politani terus melahirkan pebisnis, terutama di bidang pertanian. Kita mendukung kewirausahaan bagi mahasiwa tersebut,” papar Irfendi.

Sebelumnya Direktur Politani Ir Gusmalini, M.Si dalam penyampaiannya mengatakan Indonesia merupakan negara agraris yang berarti sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian petani. Pertanian merupakan sektor primer dalam perekonomian Indonesia, serta memiliki peran nyata sebagai penghasil devisa negara melalui ekspor.

Namun, pembangunan sektor ini masih banyak mengalami permasalahan. Petani pada umumnya lebih fokus pada usaha di sektor on farm (budidaya), tapi lemah di sektor off farm (pemasaran dan pengolahan hasil pertanian).

“Di sinilah peran para wirausaha atau generasi muda kita di bidang pertanian untuk mengembangkan sektor off farm tanpa mengabaikan kualitas serta kuantitas di sektor on farm,” papar Gusmalini.

Menurutnya, suatu bangsa akan maju bila memiliki jumlah entrepreneur (wirausahawan) minimal 2 % dari total jumlah penduduk. Saat ini Indonesia baru memiliki 1,5 % pengusaha dari sekitar 252 juta penduduknya. Angka ini jauh rendah dari Negara Singapura yang tercatat sebanyak 7 %, Malaysia 5 %, Thailand 4,5 %, dan Vietnam 3,3 % jumlah pengusahanya.

“Karenanya, kita berharap kegitan seminar ini mampu memberikan gambaran umum mengenai berwirausaha dalam bidang pertanian, menciptakan generasi muda yang mempunyai pengetahuan tentang bagaiman strategi berwirausaha dalam bidang pertanian. Dapat memberikan pembekalan kepada generasi muda di bidang kewirausahaan khususnya di bidang pertanian,” jelas Gusmalini.
Seminar itu juga menghadirkan pemateri Tati Kancaniwati motivator pengelola Kampung Bisnis Tegal Waru Bogor, serta salahseorang alumni Politani Kasriwandi yang sukses berwirausaha kebun sawit. (esa tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here