Jalani 32 Adegan, Rekontruksi Kasus Tewasnya Pencuri Telur Dikawal Ketat Polisi

0
192

Payakumbuh, Dekadepos.com

Darmizel (54) Wali Jorong Koto Tuo Mungka Kecamatan Mungka Kabupaten Limapuluh Kota yang juga tersangka dalam Kasus Dugaan Penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seorang yang diduga sebagai pencuri telur bernama Nurmasri (59) menjalankan 32 Adegan dibeberapa tempat berbeda di Jorong Mungka Kecamatan Mungka. Proses Rekontruksi yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota, AKP. Anthon Luther itu digelar Rabu 2 Mei 2018.

Selain dihadiri Tersangka, Rekontruksi tersebut juga dihadiri beberapa orang saksi, Penasehat Hukum tersangka. Sementara korban Nurmasri diperankan oleh Personil Kepolisian dari Polres Limapuluh Kota. Kasus tersebut sebelumnya berawal dari dugaan pencurian telur yang diduga dilakukan korban Nurmasri bersama 2 orang rekannya, aksi tersebut dilakukan Selasa 17 April 2018 sekitar pukul 02.30 dinihari. Dari peristiwa itu, korban Nurmasri akhirnya meninggal dunia setelah sempat berkelahi dengan tersangka Darmizel.

Proses Rekontruksi yang disaksikan ratusan warga dan dikawal ketat oleh aparat Kepolisian itu, dilakukan dibeberapa tempat, yakni, didalam rumah tersangka Darmizel, halaman rumah tersangka, depan gudang telur, dipinggir jalan, Jalan Raya arah ke Mungka, Kebun Kopi Coklat (Lantai Semen, Kolam Ikan, Kebun Kopi), Jalan Keluar Kebun serta di Kolam pembuangan Limbah (Tempat tersangka membuang barang bukti Pisau). Menggunakan penutup wajah, Wali Jorong melakukan adegan 1 yakni Tersangka dan Istri tengah istirahat didalam kamar tidur. Diadegan 2, tersangka mendengar suara mobil dan bunyi pukulan digudang seperti dibuka paksa. Mendengar bunyi tersebut, pada adegan 3, tersangka Darmizel melihat 1 unit mobil jenis sedan warna gelap dipinggir jalan, tak berselang lama pada adegan ke 7, tersangka mengambil pisau dapur dan diikuti saksi Titi Farlen hingga ke arah pintu rumah. Saat itu di adegan 8, tersangka dan Saksi Titi melihat seorang  laki-laki (Nurmasri) keluar dari gudang sambil membawa telur sebanyak 10 tingkat, tersangka kemudian meneriaki dengan mengatakan “ Woi maliang ang yo”

Mendengar teriakan itu, Nurmasri membuang telur yang ia bawa, kemudian langsung menuju mobil yang parkir dipinggir jalan, sementara tersangka langsung mengejar sambil memegang pisau dapur. Dari kejadian itu, mobil yang menunggu dipinggir jalan langsung pergi  ke Arah Mungka, sementara Nurmasri yang tidak masuk ke mobil memilih lari ke arah kebun sambil memegang besi (diduga tangkai dongkrak), sedangkan Tersangka Darmizel terus melakukan pengejaran. Didalam kebun pada adegan 15, keduanya terjatuh, saat jatuh itu, Darmizel sempat merasakan mulutnya terkena pukulan.

Aksi kejar-kejaran tersebut terus berlanjut, korban Nurmasri yang lebih dahulu berdiri terus dikejar tersangka dengan sebilah pisau. Diadegan 18, keduanya kembali sama-sama terjatuh kedalam kolam, lagi-lagi Nurmasri berhasil duluan keluar dari kolam dan diikuti oleh tersangka. Saat keluar dari kolam, korban Nurmasri kembali memukul tersangka dengan besi yang ia pegang tadi, meski bagian belakang tersangka terkena pukulan, ia sempat memutar badan dan langsung menusukkan pisau  ke arah punggung korban.

Meski dalam keadaan terluka, aksi kejar-kejaran terus terjadi, hingga pada adegan 24 Tusukan pisau tersangka mengenai pinggang dan pisau sampai masuk sampai ke batas gagangnya. Melihat korban lemah dan tergopoh, tersangka keluar dari kebun Kopi Coklat dan pulang ke rumah.

Sebelum sampai dirumah, tersangka bertemu dengan Saksi Iwat. Kepada Iwat, tersangka menyebutkan apakah tidak mendengar saat ia meneriakkan ada maling. “ ado maliang ndak tarangan den maariakkan maliang?’. Selain saksi Iwat, saat itu juga ada saksi panggilan Epi, saksi Rindo dan saksi Emen. Selanjutnya, pada adegan 29 tersangka membuang pisau dengan cara melemparkan. Dan diadegan 30 dihalam rumah usai membuang pisau, tersangka bertemu dengan saksi Antoni Dt. Mangiang dan menceritakan ia mengejar pelaku pencurian dan berkelahi. Diadegan akhir 32, saksi Antoni Dt. Mangiang dan masyarakat pergi ke kebun Kopi Coklat untuk melihat pelaku pencurian tersebut. (Est).