JANJIKAN PEMBANGUNAN JALAN: Reses Jhon Kenedi Aziz Picu Demontrasi

0
313
Puluhan warga Jorong Nenan, Nagari Maek, Kecamatan Bukitbarisan, lakukan aksi demontrasi ke DPRD Limapuluh Kota. Mereka menuntut pembangunan jalan yang kondisinya sudah rusak berat

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Reses anggota DPR-RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbar II, Jhon Kenedi Aziz, dari Fraksi Partai Golkar ke Jorong Nenan, Nagari Maek, Kecamatan Bukitbarisan, Kabupaten Limapuluh Kota, 12 September 2017 lalu, ternyata jadi pemicu munculnya aksi demontrasi puluhan warga Jorong Nenan.

Buktinya, Senin (2/10) puluhan warga terdiri dari ninik mamak, tokoh masyarakat dan pemuda dari jorong terkucil di Kenagarian Maek itu datang beramai-ramai ke DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, menyampaikan aspirasinya.

Tak tanggung-tanggung, sebelum melakukan aksi demontrasi di gedung DPRD setempat, puluhan massa sudah datang ke komplek kantor Bupati di Bukit Limau, Sarilamak, Senin dini hari pukul 03.00 dan bermalam di Masjid yang ada di komplek kantor Bupati tersebut.

Usai pegawai kantor Bupati Limapuluh Kota apel pagi, puluhan massa bergerak mendatangi kantor DPRD yang posisi tidak jauh dari kantor Bupati setempat.

Keluhan warga Jorong Nenan yang disampaikannya lewat aksi demontrasi, disikapi postif Ketua DPRD Limapuluh Kota, Safarudin Dt Bandaro Rajo

Di kantor DPRD yang telah dikawal ketat puluhan aparat kepolisian dari Polres dan Sapol PP Limapuluh Kota itu, massa dari Jorong Nenan itu berorasi menyampaikan keluhannya soal lemahnya perhatian anggota DPRD dan pemkab terhadap masyarakat dan Jorong Nenan.

Tak hanya itu, masa juga membawa poster berisi tulisan hujatan dan sindiran kepada wakil rakyat yang duduk di lembaga DPRD setempat, antara lain berbunyi; Tiok Baganti Anggota Dewan, Jalan Kami Batambah Parah. Buat Janji itu mudah, membuktikannya susah. Kami Tidak Butuh Janji, Tapi Bukan Bukti. Kami Juga Butuh Pembangunan Jalan dan Jangan Anak Tirikan Kami.

Tak berselang lama setelah penyampaikan aspirasi tersebut, Ketua DPRD Limapuluh Kota, Safarudin Dt.Bandaro Rajo dan Wakil Ketua Satri Andiko serta sejumlah anggota DPRD setempat termasuk Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan dan Waka Polres Limapuluh Kota, Kompol Eridal, meminta 18 orang perwakilan dari Jorong Nenan untuk berdialog di ruang sidang DPRD setempat.

18 tokoh masyarakat Jorong Nenan sampaikan aspirasi kepada Ketua DPRD Safarudin Dt Bandaro Rajo dan Wakil Bupati Ferizal Ridwan, dalam ruang sidang DPRD setempat

Dari dialog tersebut terungkap bahwa, yang menjadi pemicu aksi demontrasi tersebut berawal datangnya anggota DPR-RI, Jhon Kenedi Aziz ke Jorong Nenan pada tanggal 12 September lalu didampingi Ketua DPRD Safarudin Dt. Bandaro Rajo yang sama-sama dari Partai Golkar.

“Dalam pertemuan dengan warga Jorong Nenan, Jhon Kenedi Aziz berjanji akan membangun jalan ke Jorong Nenan memanfaatkan dana aspirasi sebagai anggota dewan di DPR-RI. Untuk itu, Jhon Kenedi Aziz meminta masyarakat melalui Pemkab Limapuluh Kota membuat proposal dan mengirimkannya kepada Jhon Kendeni Aziz. Saat itu disebu-sebut dana pembangunan jalan yang dijanjikan itu berjumlah Rp 7 Milliar,” ujar Saleh, tokoh masyarakat Jorong Nenan yang bertindak sebagai juru bicara.

Diungkapkan Saleh, setelah proposal dibuat dan sudah disikapi pula dengan pertemuan dengan Ketua DPRD Safarudin Dt. Bandaro Rajo serta dengan Wakil Bupati Ferizal Ridwan, ternyata setelah Pak Jhon Kenedi Aziz dikontak warga Jorong Nenan, dia mengaku tidak menerima kiriman proposal yang dia minta.

Ketua DPRD, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Wakil Bupati Ferizal Ridwan serta Wakapolres, Kompol Eridal, menampung aspirasi warga Jorong Nenan saat melakukan aksi demontrasi ke DPRD Limapuluh Kota

“Dimana menyangkutnya proposal kami. Apakah DPRD dan Pemkab tidak mengirimkan proposal itu kepada Bapak Jhon Kenedi Aziz. Kami sudah bosan dengan janji-jani, padahal warga sudah lama mengeluh tidak adanya perhatian wakil rakyat dan pemkab Limapuluh Kota kepada Jorong Nenan,” ujar Saleh.

Saleh juga mengakui bahwa warga Jorong Nenan memang tidak mengusulkan pembangunan jalan melalui pokok pikiran (pokir) anggota dewan, karena ada tim sukses Bupati mengatakan bahwa DPRD meminta jatah atau fee 20 persen.

“Justru adanya permintaan fee 20 persen yang itulah, kami tidak mengusulkan pembangunan jalan ke DPRD,” ungkap Saleh.

Sementara tokoh lainnya menegaskan, jika pemkab tidak menyikapi aspirasi warga dan tidak meminjamkan alat berat hari ini juga untuk perbaikan jalan menuju Jorong Nenan, maka warga Jorong Nenan bertekat akan bermalam di gedung DPRD sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Menjawab aspirasi dan tuntutan warga Jorong Nenan, Wakil Bupati Ferizal Ridwan mengaku prihatin atas keluhan yang disampaikan warga. Namun demikian, Ferizal Ridwan, meminta waktu 7 hari untuk menyikapi aspirasi masyarakat tersebut, karena ada prosedur administrasi yang harus dipenuhi oleh penyelenggara pemerintah untuk memenuhi tuntutan warga tersebut.

“Terkait proposal yang diminta Jhon Kenedi Aziz, secara administrasi pemerintahan sudah kami kirimkan ke Kementerian PU. Berkenan proposal untuk bapak Jhon Kenedi Azis, bisa kirimkan lagi,” pungkas Ferizal Ridwan.

Usai dialog dengan Ketua DPRD Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Wakil Bupati Ferizal Ridwan, puluhan masa Jorong Nenan yang melakukan aksi demontrasi  ke gedung wakil rakyat itu membubarkan diri dengan tertib dan damai. (est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here