Jasad Bayi Dikubur di Samping Rumah Gadang Kelamin Laki-laki

2
1461

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Misteri ditemukannya jasad bayi disamping rumah gadang milik Nel Febrianti (40) seorang janda warga Jorong Lurah Bukik Kenagarian Balai Panjang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (8/11) sekitar pukul 16.00 Wib, akhirnya terjawab.

Setelah penyidik Polres Payakumbuh melakukan pemeriksaan atau otopsi di rumah sakit RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh, akhirnya diketahui bahwa jasad yang ditemukan itu jenis kelamin laki-laki diperkirakan berumur 3 hari.

Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto melalui Kasat Reskrim, AKP. Camri Nasution dan Kapolsek Luhak. AKP. Syamsurizal, Kanit Reskrim Polsek Luak, Ipda. Rika Susanto serta Paur Humas Polres Payakumbuh, Aiptu. Hendri Ahadi, Paur Humas Polsek Luhak, Aiptu. Jon Hardi mengatakan bahwa, sejauh ini pihak kepolisian masih mendalami siapa wanita yang telah melahirkan bayi malang yang ditemukan terkubur disamping rumah gadang itu.

“Berat dugaan, bayi malang tak berdosa yang ditemukan terkubur disamping rumah gadang milik Nel Febrianti (40) itu, hasil hubungan gelap,” ungkap pihak anggota kepolisian yang melakukan penyidikan di Tempat Kejadian Perkara.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat Jorong Lurah Bukik, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota digemparkan dengan penemuan bayi berumur tiga hari dikubur disamping kiri rumah gadang berjarak 20 meter milik Nel Febrianti (40), Rabu (8/11) sekitar pukul 14.30 Wib.

Penemuan kuburan bayi itu berawal dari kecurigaan masyarakat Jorong Lurah Bukik melihat perut Nel Febrianti hamil diduga hasil hubungan gelap. Namun, kemudian perut Nel beberapa hari ini sudah mengempes, diduga sudah melahirkan bayi. Namun herannya bayi Nel tidak ditemukan. Bahkan Nel kepada Kepala Jorong dan Walinagari Balai Panjang membantah jika dirinya hamil dan melahirkan.

Anehnya, saat hendak dibuktikan dengan melakukan cek ke rumah sakit. Malah Nel, melarikan diri kedalam hutan saat hendak buang air kebelakang rumahnya. Sehingga masyarakat yang sudah ramai berada dikediaman Nel bersama sang nenek dan tiga orang anaknya mencoba mencari Nel masuk hutan kebun karet.

“Awalnya masyarakat curiga kalau dia hamil, melihat dari fisiknya. Padahal suaminya sudah meninggal sejak 12 tahun lalu, dan saat ini dirinya berstatus seorang janda dengan tiga anak. Namun beberapa hari ini perutnya mengempes, sehingga diduga yang bersangkutan sudah melahirkan. Bahkan pernah saya melihat ada darah dikakinya mengalir, saat saya tanya dia mengaku darah menstruasi, darah men saya banyak pak,” begitu kata Nel ditirukan Walinagari Balai Panjang, Elfianti di TKP, Rabu (8/11) senja.

Pada saat bersamaan Polisi dari Polres Payakumbuh bersama Polsek Luhak sampai dilokasi kemudian bersama-sama dengan Wali Jorong dan Walinagari memeriksa disekitar rumah Nel. Karena dicurigai anak dugaan hasil hubungan gelap sang janda dibuang tidak jauh dari kediamannya.

Benar saja, sekitar 20 meter dari rumah gadang tempat tinggal Nel ditemukan tumpukan tanah baru digali. Namun herannya diatas tanah yang masih merah itu ditanam bibit kelapa. Tetapi pihak kepolisian mencurigai, jika didalam tanah tempat kelapa yang baru ditanam itu ada sesuatu yang mecurigakan. Setelah bibit kepala itu dicabut dan digali, kedalaman sekitar 40 centimeter ditemukan plastik dibalut kain dan bau sudah mulai busuk. Kuat dugaan bayi malang itu sudah dikubur sekitar tiga hari hari lalu.

“Dari penggalian lubang yang diatasnya ditanam pohon kelapa ditemukan plastik dibalut kain. Sehingga diduga itu jasad bayi, karena sudah mulai berbau busuk. Kemudian kita bawa ke RSUD Adnan WD Payakumbuh untuk pemeriksaan lebih lanjut,” sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto melalui Kasat Reskrim, AKP. Camri Nasution dan Kapolsek Luhak. AKP. Syamsurizal, Kanit Reskrim Polsek Luak, Ipda. Rika Susanto serta Paur Humas Polres Payakumbuh, Aiptu. Hendri Ahadi, Paur Humas Polsek Luhak, Aiptu. Jon Hardi, kepada Wartawan dilokasi kejadian.

Nel Kabur ke Dalam Hutan

Masyarakat Jorong Lurah Bukik hingga Rabu malam masih terus mencari keberadaan Nel. Namun, sampai  berita ini ditayangkan tidak ada tanda-tanda keberadaan Nel.

Diketahui Nel, kabur dari rumahnya lewat pintu bagian belakang saat hendak kebelakang ketika ditanya oleh Walinagari Balai Panjang. Sejak saat itu Nel tak kunjung kembali dan diduga dirinya melarikan diri melalui pintu bagian belakang rumah.

Maklum saja, karena letak rumah Nel dekat sekali dengan kebun karet dan hutan. Berada sedikit berjarak dari rumah masyarakat lainnya, membuat Nel dengan mudah menghilang dalam rimbunnya hutan dibelakang rumahnya.

“Masyarakat masih terus mencarinya. Dia memang saat ditanya diatas rumahnya kemudian pergi kebelakang dan tidak kembali lagi, kemudian kita lakukan pencarian dan tidak ditemukan,” sebut Walinagari. (est)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here