Jelang Operasi Keselamatan Singgalang 2018, Polres Payakumbuh Gelar Pasukan

0
150

Payakumbuh, Dekadepos.com 

Polres Payakumbuh melakukan gelar Pasukan jelang dilaksanakannya Operasi Keselamatan Singgalang Tahun 2018 (Dulu Operasi Simpatik.red), gelar Pasukan Di Mapolres Payakumbuh Kawasan Labuah Basilang Kecamatan Payakumbuh Barat itu dilakukan Kamis pagi (1/3). Operasi keselamatan tahun 2018 ini diharapkan menjadi momentum meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas di jalan raya. Pelanggaran aturan lalulintas akan merugikan pengendera baik roda dua maupun empat dan rawan menimbulkan kecelakaan bahkan nyawa menjadi taruhan.

Banyak nyawa melayang sia-sia di jalan raya dari tahun ketahun di wilayah hukum Polres Kota Payakumbuh. Bahkan baru-baru ini, tiga orang adik kakak meninggal di jalan raya karena kecelakaan lalulintas. Setiap tahun, ada saja nyawa melayang sia-sia di jalan raya, herannya yang menjadi korban justeru kebanyakan usia produktif bahkan anak usia sekolah.

“Melalui Operasi Keselamatan Singgalang 2018 ini kita tingkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas untuk mendukung kebijakan proporter Kapolri guna terciptanya kamtibcar lantas. Kita mengajak masyarakat untuk sadar berlalulintas dan menjaga keselamatan di jalan raya,” ujar Kapolres Payakumbuh AKBP. Kuswoto, saat menjadi inspektur upacara tersebut.

Turut hadir pada gelar pasukan, Walikota Payakumbuh, H. Riza Falepi, Wakapolres Kompol Eddisra, S.Sos, Perwakilan dari Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Perwakilan dari Pengadilan Negeri Kota Payakumbuh, Para Kabag, Para Kasat dan Kapolsek sejajaran Polres Payakumbuh, Pasi intel Kodim Kapten Inf. Kusmanto, Komandan Subdenpom Kapten Ali Yohanes, Perwakilan dari Dishub Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Damkar Kota Payakumbuh, Perwakilan Pol PP Kota Payakumbuh, Dinas Pasar.

Operasi keselamatan singgalang 2018 akan berlansung sejak tanggal 5 sampai dengan 25 Maret 2018. Pada operasi keselamatan ini lebih mengedepankan kepada preventive, reentiv dan gakkum (penegakan hukum. Selama ini, pelanggaran lebih didominasi karena tidak menggunakan helm saat berkendera di jalan raya. Kemudian juga karena bonceng tiga, tidak membawa surat-surat kenderaan, melanggar rambu-rambu lalulintas, melawan arus, tidak pakai sabuh pengaman dan main handphone saat berkendera.

“Kita pada operasi kali ini menutamakan kepeda preventif, reentiv dan penegakan hukum. Jadi kita peringatkan pengendera untuk sadar berlalulintas di jalan raya, sehingga keselamatan lebih diutamakan. Namun bila memang ada pelanggaran hukum lalulintas yang vatal kita akan tindak seperti tidak pakai helm, melawan arus, bonceng tiga dan main HP saat berkendera,” tambah Kasat Lantas Iptu. Yudi Satria didampingi KBO. Ipda. Imam Teguh beberapa waktu lalu. (Est)