Joni Saputra Dinobatkan Sebagai Pelopor Ketahanan Pangan

0
22

PAYAKUMBUH,Dekadepos.com

Ketua kelompok tani Tanjung Subur kelurahan Kapalo Koto Ampangan kecamatan Payakumbuh Selatan kota Payakumbuh, Joni Saputra,menerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) 2016 langsung dari tangan Presiden RI, Joko Widodo, di Istana Negara, Rabu (30/11) kemarin. Petani yang juga ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Payakumbuh itu didaulat sebagai Pelopor Ketahanan Pangan 2016.

Turut hadir dalam acara penganugerahan tersebut, Plt. Walikota Payakumbuh, Priadi Syukur, Sekretaris Daerah kota Payakumbuh, Benni Warlis, dan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Antoni Jaya.

Secara keseluruhan, terdapat 73 orang, baik kelompok maupun individu yang menerima penghargaan APN 2016. Masing-masing terbagi atas kategori Pembina Ketahanan Pangan (18), Pelopor Ketahanan Pangan (5), Pelayanan Ketahanan Pangan (17), Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan (30), dan Pemangku Ketahanan Pangan (3).

Joni Saputra yang memperoleh APN kategori Pelopor Ketahanan Pangan dinilai sukses merintis sebuah inovasi dalam pemanfaatan sumber daya untuk mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian, dan ketahanan pangan.

Joni Saputra mampu menghasilkan produksi jagung jauh diatas rata-rata nasional. Padahal bibit jagung yang digunakan dan sistem bercocok tanam yang dilakukan, sama dengan petani lainnya. Hasil produksi Joni Saputra mencapai 7-8 Ton per Hektar per tahun, sementara petani lainnya hanya mampu memproduksi jagung 5-6 Ton per Hektar per tahun.

Joni Saputra berhasil melakukan terobosan panen jagung hingga 4 kali dalam setahun. Berbeda dengan petani lainnya di seluruh Indonesia yang hanya mampu melakukan panen 2,5 kali setiap tahun.

Sesaat usai penganugerahan, Joni Saputra didatangi dan ditawari Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk berbagi inovasi yang dilakukannya ke Jawa Timur. Bukannya enggan berbagi, Joni Saputra tidak mau hanya sekedar menjadi pembicara. Baginya penjelasan secara lisan, dengan makalah dan presentasi yang dirancang sedemikian rupa, tidak akan lebih baik daripada datang langsung dan melihat cara kerjanya secara nyata.

“Lebih baik Bapak datang ke daerah saya melihat langsung secara nyata. Saya tunggu!”, ujar Joni Saputra.(Esha Tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here