Jualan Pakai Mobil Pribadi, Trend Baru Raup Rupiah di Payakumbuh

0
164

Payakumbuh, Dekadepos.com 

Berawal dari hobby memasak dan berjualan sarapan pagi dirumah dan profesi sebagai penyedia Catering yang sudah dijalani Nadia (44) sejak beberapa tahun terakhir. Ibu tiga orang anak yang juga seorang Ibu rumah Tangga (IRT) beralamat di Kelurahan Payalonsek Kecamatan Payakumbuh Barat ini, mengembangkan “ sayap” usaha sarapan paginya hingga ke Kawasan Objek Ngalau Indah. Masyarakat yang berolahraga pagi/bersenam ataupun pengendara yang melintas di Kawasan Ngalau menjadi target konsumen dagangan wanita yang bersuamikan Tedy ini.

Ide awal berjualan sarapan di Kawasan Ngalau dengan menggunakan mobil pribadi muncul saat Nadia bermukim di Kota Wisata Bukitinggi, saat itu ia melihat sejumlah pedagang makanan dikawasan objek wisata Lapangan Kantin dan Jam Gadang, usaha masyarakat disana terlihat cukup maju, sebab warga yang berkunjung tidak kesulitan untuk mencari makan/minuman disaat mereka kelaparan ataupun kehausan. Setelah hijrah/pindah ke Payakumbuh, Nadia yang merupakan ibu dari Ryan, Eriko dan si Bungsu Maudy mulai “ memutar otak” untuk mengembangkan usaha berjualan sarapan pagi yang sebelumnya juga telah ia buka dirumahnya di Payolansek.

Apalagi hari Minggu merupakan hari libur ia berjualan dirumah, sehingga mulanya ia coba-coba berjualan di kawasan Ngalau, didukung ia memang memiliki mobil pribadi untuk mendukung usahanya tersebut. Perlahan, usaha berjualan menggunakan mobil yang ia rintis mulai berkembang. Kini, tak kurang 200-300 porsi makanan/sarapan pagi setiap paginya “ludes” ia jual tiap pagi Minggu di Kawasan Ngalau.

“ Ide awal berjualan sarapan di Kawasan Ngalau ini, muncul saat kami tinggal di Bukittinggi, saat berkunjung ke Lapangan Kantin dan Jam Gadang, kami melihat sejumlah pedagang makanan cukup mendapat tempat dihati masyarakat/pengunjung, sehingga kami juga mencoba hal yang sama di Payakumbuh. Dan Alhamdulillah, hingga sekarang, usaha kami cukup berkembang”. Sebut Nadia, Minggu lalu di Kawasan Ngalau.

Ia juga menambahkan, sejumlah makanan yang ia jual, diantarannya, Nasi uduk, bubur ayam, nasi goreng, Soto Bandung, sup ayam, sate, kacang hijau dan gorengan. Selain sarapan pagi/makanan, wanita asal Lampung tersebut juga menyediakan minuman, diantarannya Wedang Keraton. Untuk harga, Nadia tidak mau mematok terlalu mahal, rata-rata sarapan pagi yang ia jual terjangkau oleh masyarakat.

Berbisnis makanan dengan memanfaatkan kendaraan roda empat adalah peluang usaha baru yang cukup menjanjikan. Berbisnis dengan cara ini memungkinkan penjual ÒmenjemputÓ langsung para pembelinya. Mereka menyasar konsumen yang beraktivitas di tempat-tempat ramai seperti di sekitar arena olahraga atau dekat pusat perbelanjaan.

Di Payakumbuh, setidaknya ada puluhan usaha serupa yang dilakukan masyarakat yang menjual aneka makanan dan barang-barang kebutuhan, termasuk kebutuhan telekomunikasi. Tren berjualan makanan dengan mobil keliling ini bermula dari Amerika Serikat (AS). Di sana, kebanyakan pedagang menggunakan kendaraan jenis truk atau kerap disebut truck food. Perkembangannya sendiri menurut sejarah mulai marak usai perang saudara di AS sekitar tahun 1860-an. (www.history.com, 8 Agustus 2014). (Est).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here