Junya Sasano Mahasiswa Jepang Tertarik Tulis Skripsi Gonjong Minang

0
128

Bukittinggi.Dekadepos.com.

Junya Sasano, mahasiswa jurusan pariwisata Universitas Dokkyo, Jepang sangat tertarik dengan ciri Khas Gonjong Minang,dan dia bakal menulisnya da lam bentuk skripsi. Gonjong Mi nang memiliki keunikan dan sama sekali tidak dimiliki daerah di negara mana pun di dunia, termasuk di Jepang.
Mahasiswa S1 kelahIran 22 tahun silam inipun menghabiskan waktunya lima bulan tinggal di Bukittinggi. Di kota wisata dan beberapa wilayah sekitar, dia telah menyaksikan gonjong Minang pada rumah adat dan bangunan milik penduduk. Format bangunan gonjong juga sangat kokoh. Tampilannya sangat menarik. “Saya sangat menyukai bentuk gonjong ini dan akan menulisnya da lam skripsi nanti,” tutur Junya ketika bincang-bincang dengan awak media di Humas Kantor Balaikota Bukittinggi, Selasa (14/3).

Selasa Siang kemaren,lajangan berperawakan tinggi ini mampir di kantor Balaikota dengan tujuan untuk menanyakan program Walikota Bukittinggi da lam melestarikan rumah gadang, terutama dikaitkan dengan sektor pariwisata. Namun, karena kesibukan walikota, lelaki berkacamata ini diterima oleh Kabag Humas Pemko Bukittinggi, Yulman.

Komitmen Wali Kota Ramlan Nurmatias melestarikan rumah gadang di kota wisata, menurut Yulman, antara lain bakal diwujudkan melalui pengem bangan kawasan Ngarai Sianok Kelurahan Kayu Kubu Kecamatan Guguk Pan jang sebagai perkampungan Minangkabau di Bukittinggi. Konsepnya, rumah-rumah penduduk di kawasan itu bakal diganti atapnya jadi bagonjong, sehing ga jika dipandang dari atas (Bukittinggi) akan terlihat sangat indah dan penuh nuansa tradisi.kata Yulman yang didampingi Hirwandi Imam.

Kemudian,Junya sang mahasiswa berkacamata inipun menyatakan sang at tertarik dan bangga sekali dengan konsepmyang akan dikembangkan wali kota Ramlan Nurmatias itu.Untuk itu,Dia berjanji bakal datang suatu saat ke Bu kittinggi untuk menikmatinya.
“Banyak hikmah yang saya dapat selama lima bulan lebih tinggal di kota wisata. Selain kenal adat dan budaya, juga mulai fasih berbahasa Minang. Khu sus bahasa Indonesia, ia mengaku mempelajarinya hampir dua tahun baru be rani datang ke Indonesia.Senag sekali di Minang ini, orangnya baik dan ramah”. ujarnya….( Aldo )….