Kabupaten Solok Ditunjuk Sebagai Sentra Bawang Merah dan Putih di Indonesia

0
52

Solok, dekadepos.com –

Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH, menyampaikan bahwa Kabupaten Solok ditunjuk secara nasional sebagai daerah sentra bawang merah dan bawah putih di Indonesia.

Untuk memenuhi target tersebut, saat ini di Kabupaten Solok sudah dibuka lahan baru sekitar 2500 hektar dari sebelumnya sudah ada sekitar 5000 hektar lahan yang digunakan untuk tanam bawang.

“Jadi, dalam tahun ini saja kita sudah berhasil membuka lahan baru untuk meningkatkan produksi tanam bawang seluas 2500 hektar sehingga menjadi 7500 hektare dari sebelumnya 5000 hektare,” jelas Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, ketika berdiskusi dengan para wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/7).

Disebutkan Yulfadri Nurdin, lahan baru yang sudah dibuka tahun 2017 ini adalah di Kecamatan Lembang Jaya, Danau Kembar, Pantai Cermin dan Lembah Gumanti.

Saat ini menurut Wabub, sekitar 75 persen bawang Sumbar berasal dari Kabupaten Solok. Bawang tersebut selain dikomsumsi sendiri di Sumbar, juga dijual ke Provinsi Riau, Jambi, Bengkulu dan Jakarta.

“Untuk menjaga stbilitas harga bawang di tingkat petani, pemerintah Kabupaten Solok sudah bekerjasama dengan Bulog sehingga petsni tidak perlu takut harga bawang merosot. “Bulog sudah menjanjikan akan menampung bawang petani jika harga di pasaran turun. Jadi petani tidak usah cemas akan merugi,” tutur mantan Ketua Komisi III DPRD Sumbar itu.

Disinggung  mengenai kelangkaan pupuk yang sering dikeluhkan petani, Wabub juga meminta agar media juga ikut mengawasi pupuk baik dari tingkat produsen hingga distributor, agar tidak ada lagi pihak yang bermain. “Selain itu, kalau masih ada oknum distributor yang nakal, maka mari kita awasi bersama-sama dan bisa kita laporkan kepihak yang berwajib agar kebutuhan petani bisa dipenuhi,” harap Yulfadri Nurdin.

Kebutuhan pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Solok selama tahun 2017 sudah tersalurkan sekitar 50 persen dan sesuai kebutuhan yang tertera di RDKK yang diajukan Pemkab Solok (ujang jarbat)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here